KKSSNews.com, Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menegaskan kesiapannya untuk melangkah cepat dalam menerjemahkan arahan Presiden Prabowo Subianto. Berkolaborasi dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Wamentan berkomitmen mempercepat pencapaian kedaulatan pangan nasional, memperluas cetak lahan, serta menindak tegas praktik mafia pangan.
Saleh menyatakan bahwa penugasan di Kementerian Pertanian merupakan amanah negara yang harus dieksekusi melalui langkah konkret di lapangan bersama seluruh pemangku kepentingan.
Dorong Perluasan Lahan dan Kesejahteraan Petani
Guna menjawab tantangan pangan yang kian kompleks, Wamentan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor—mulai dari kementerian/lembaga, Pemda, TNI-Polri, hingga para pelaku usaha dan petani.
Fokus utama pemerintah saat ini mencakup dua hal krusial: peningkatan kapasitas produksi melalui pembukaan lahan baru serta jaminan peningkatan kesejahteraan bagi para petani.
Sikat Mafia Pangan Berdasarkan Penegakan Hukum yang Tegas
Di samping memacu angka produksi, pembenahan tata kelola pangan dari gangguan spekulan dan mafia pangan menjadi agenda prioritas Kementan.
Wamentan Saleh menegaskan bahwa praktik penindakan terhadap mafia pangan akan dilakukan secara transparan dan profesional sesuai aturan hukum.
Sudaryono sebut Saleh Mustafa Sosok Familiar di Sektor Pertanian
Sementara itu, Wamentan periode 2024–2026, Sudaryono, menilai pengangkatan Saleh Mustafa sangat tepat.
Pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) dinilai memberikan pemahaman mendalam mengenai sinergi lintas lembaga dalam mengawal agenda swasembada pangan.
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan tindakan tegas terhadap pelanggaran tata niaga, Kementan optimistis target swasembada serta kedaulatan pangan berkelanjutan dapat terwujud dengan tepat sasaran.







