Home / Nasional / Kejar Swasembada Gula 2 Tahun, Mentan Amran Bikin Program Replanting Hingga Sidak Perusahaan Nakal

Kejar Swasembada Gula 2 Tahun, Mentan Amran Bikin Program Replanting Hingga Sidak Perusahaan Nakal

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman

KKSSNews.com – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat merespons instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menggenjot produksi gula nasional.

Pemerintah menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada gula hanya dalam kurun waktu dua tahun melalui penguatan BUMN, replanting plasma, pengolahan raw sugar, serta optimalisasi rafinasi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan ini membutuhkan langkah konkrit di tingkat tapak hingga pembenahan tata niaga secara menyeluruh.

Strategi Bongkar Ratoon 100 Ribu Hektare per Tahun

Guna mendongkrak produktivitas dan tingkat rendemen gula, Mentan Amran meluncurkan program peremajaan tanaman tebu (replanting plasma) dengan target seluas 100 ribu hektare per tahun.

Fokus utama dari peremajaan ini difokuskan pada proses bongkar ratoon.

Bongkar ratoon merupakan proses pembongkaran tunggul akar lama pada tanaman tebu yang telah dipangkas atau dipanen tiga kali atau lebih.

Pembongkaran tanah dan penanaman kembali menggunakan bibit baru yang lebih unggul dilakukan karena tunas serta akar tanaman lama telah melemah, sehingga tidak mampu lagi menyerap nutrisi tanah secara optimal.

Selain di sektor budidaya, Kementan juga menggalakkan pengolahan raw sugar dan rafinasi berkualitas guna menghasilkan gula kristal putih murni tinggi sukrosa yang bebas kotoran.

Gebrakan Mentan: Telepon Dirkrimsus di Tengah Rapat

Tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, Mentan Amran memberikan perlindungan tegas terhadap para petani tebu.

Saat memimpin Rapat Percepatan Swasembada Gula bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (22/7/2026), Amran dibuat geram oleh laporan adanya dugaan tujuh perusahaan yang enggan menyerap hasil tebu maupun gula milik petani.

Di hadapan para peserta rapat, Mentan Amran seketika menghentikan diskusi dan memerintahkan Direktur Utama PT SGN untuk segera memeriksa perusahaan-perusahaan tersebut.

Tak berhenti di situ, Amran langsung menghubungi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) via telepon di tengah jalannya rapat agar kasus ini diusut tuntas.

“Periksa, Pak, semua namanya. Periksa semua. Sudah berapa puluh tahun itu. Masa enggak mau sedikit berkorban untuk petani yang membuat dia kaya,” tegas Mentan Amran saat menghubungi pihak kepolisian.

Negara Hadir Lindungi Petani

Amran menegaskan bahwa alasan kendala kontainer maupun hambatan distribusi tidak boleh dijadikan dalih oleh perusahaan untuk enggan menyerap hasil panen rakyat.

Menurutnya, kerja keras meningkatkan produksi gula nasional tidak akan berarti jika tata niaga di lapangan merugikan petani.

“Kalau produksi sudah kita tingkatkan, maka hasil petani juga harus dipastikan terserap. Negara harus hadir melindungi petani dari praktik-praktik yang merugikan,” pungkas Mentan Amran.

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *