Home / News / Kepala BGN Nanik S. Deyang Mengundurkan Diri karena Alasan Kesehatan, Tetap Diminta Awasi Program MBG

Kepala BGN Nanik S. Deyang Mengundurkan Diri karena Alasan Kesehatan, Tetap Diminta Awasi Program MBG

Kepala BGN Nanik S Deyang

KKSSNews.com, Jakarta– Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan tertinggi di lembaga tersebut. Langkah ini diambil lantaran kondisi kesehatannya yang mengharuskannya mengurangi aktivitas harian serta menghindari tekanan pekerjaan yang berat.

Nanik mengaku telah menyampaikan niatnya tersebut secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, Kepala Negara memahami kondisi kesehatan yang tengah dihadapinya dan telah menyetujui keputusan pengunduran diri tersebut.

Tetap Mengawal Program MBG dan Peluang Jadi Ketua Dewan Pengawas

Meski tak lagi memegang kendali operasional BGN, Nanik mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo tetap memintanya untuk mengawal keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bahkan, ia membeberkan adanya wacana pembentukan dewan pengawas di tubuh BGN, di mana dirinya diminta untuk memimpin posisi tersebut.

“Presiden meminta saya tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan akan dibentuk dewan pengawas dan saya diminta menjadi ketuanya. Kalau hanya mencereweti saya masih sanggup, yang penting tidak lagi berhubungan dengan mengelola uang. Saya benar-benar trauma,” ujar Nanik.

Ia menegaskan bahwa keputusannya mundur bukan berarti berhenti mendukung pemerintahan.

Selama 14 tahun mendampingi Prabowo, Nanik paham betul bahwa Program MBG dirancang murni sebagai langkah intervensi gizi demi mewujudkan Generasi Emas Indonesia, bukan untuk kepentingan politik Pemilu 2029.

Dampak Ekonomi MBG dan Warisan Pembenahan di BGN

Nanik menekankan bahwa Program MBG tak hanya meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi rakyat.

Saat program sempat berhenti sementara selama tiga pekan akibat libur sekolah, banyak petani, peternak, dan pedagang pasar mengeluh lantaran hasil produksi mereka tak terserap hingga harga komoditas anjlok.

Sebelum melepaskan jabatannya, Nanik tercatat telah meletakkan fondasi pembenahan kelembagaan di BGN, di antaranya:

  • Penyegaran Birokrasi: Mengganti lima pejabat eselon I dari lintas kementerian/lembaga (Kemenkes, Kemendikdasmen, Kemenkeu, BPKP, dan Kejaksaan) demi menghadirkan SDM yang profesional.
  • Pembentukan Tim Reformasi: Membentuk 11 tim reformasi untuk mengevaluasi ketepatan sasaran, mengevaluasi 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta memperkuat efisiensi program.
  • Fokus Kelompok Sasaran (3B & 3T): Mendapat persetujuan Presiden untuk memfokuskan program pada kelompok balita, ibu menyusui, ibu hamil (3B), serta siswa sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Fokus Pemulihan Kesehatan

Saat ini, Nanik memilih fokus untuk memulihkan kondisi fisiknya sesuai anjuran keluarga dengan memperbaiki pola makan, rutin berolahraga, serta menghindari stres. Ia pun optimistis sosok penggantinya kelak mampu melanjutkan tongkat estafet reformasi di tubuh BGN.

“Bismillah, semoga Program MBG membawa kebaikan bagi anak-anak Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Nanik mengajak masyarakat untuk terus mendukung program prioritas tersebut.

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *