Home / News / Presiden Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Delapan Komoditas Pangan

Presiden Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Delapan Komoditas Pangan

KKSSNews.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan sektor pertanian menjadi fondasi utama pembangunan nasional. Di tengah tantangan global, Indonesia berhasil mencatat sejumlah capaian strategis, mulai dari swasembada delapan komoditas pangan, cadangan beras pemerintah tertinggi sepanjang sejarah, hingga Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai rekor tertinggi sejak Indonesia merdeka.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

“Setiap negara diukur dari kemampuannya memberi pangan kepada rakyatnya. Untuk apa kita merdeka kalau tidak bisa memenuhi kebutuhan paling dasar, yaitu pangan,” ujar Presiden Prabowo.

Menurutnya, pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui penyediaan lahan produktif, pengelolaan sumber daya air, ketersediaan pupuk yang terjangkau, serta kebijakan yang berpihak kepada petani.

Presiden menyebut berbagai kebijakan tersebut telah membuahkan hasil nyata.

“Kita sudah swasembada delapan komoditas pangan. Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI. Nilai Tukar Petani kita juga tertinggi sepanjang sejarah,” tegasnya.

Prabowo menilai capaian tersebut menjadi bukti Indonesia mampu memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman krisis pangan dunia akibat konflik geopolitik dan perubahan iklim.

Selain memperkuat produksi pangan, pemerintah juga terus menjalankan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka kemiskinan dan stunting.

“Kita percaya pada kekuatan sendiri. Tantangan terbesar dunia adalah pangan, energi, dan air. Karena itu tidak boleh ada rakyat Indonesia yang lapar,” katanya.

Presiden juga mengajak seluruh jajaran Kabinet Merah Putih menjaga momentum keberhasilan sektor pertanian agar Indonesia semakin mandiri dan berdaulat di bidang pangan.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah, petani, penyuluh, TNI-Polri, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha pertanian.

Menurut Amran, Cadangan Beras Pemerintah kini telah menembus lebih dari 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, sehingga ketahanan pangan nasional berada pada posisi yang sangat kuat.

Ia menambahkan, kesejahteraan petani juga terus meningkat dengan Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 127,73, tertinggi sepanjang sejarah, didukung kebijakan kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah, perbaikan distribusi pupuk, serta penurunan harga pupuk sekitar 20 persen.

Selain itu, Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian tumbuh 5,74 persen, menjadi yang tertinggi dalam sekitar 25 tahun terakhir.

“Ke depan kami akan terus mengawal arahan Bapak Presiden agar produksi meningkat, kesejahteraan petani terus naik, harga pangan tetap stabil, dan Indonesia semakin kokoh sebagai negara yang berdaulat di bidang pangan,” ujar Mentan Amran.

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *