Home / Olahraga / Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ukir Rekor Baru usai Tumbangkan Argentina

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ukir Rekor Baru usai Tumbangkan Argentina

Spanyol juara Piala Dunia 2026 usai menundukkan Argentina 1-0. La Roja mengukir rekor baru lewat pertahanan terbaik serta laju 38 laga tanpa kekalahan.

KKSSNews.com – Tim nasional Spanyol sukses menasbihkan diri sebagai penguasa baru sepak bola jagat raya setelah keluar sebagai juara Piala Dunia 2026. Laga final dramatis yang berlangsung di East Rutherford, New Jersey, pada Minggu, 19 Juli 2026 waktu setempat, berakhir dengan kemenangan tipis La Roja 1-0 atas juara bertahan Argentina melalui babak perpanjangan waktu (extra time).

Gol tunggal penentu kemenangan Spanyol dilesakkan oleh Ferran Torres pada menit ke-106. Torehan emas ini sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 16 tahun publik Matador untuk kembali melihat tim kesayangan mereka mengangkat trofi paling bergengsi di dunia, sejak terakhir kali merasakannya pada edisi Piala Dunia 2010 silam di Afrika Selatan.

Sapu Bersih Gelar Dunia Putra-Putri dan Rekor Pertahanan Terbaik

Gelar juara kali ini membawa makna yang sangat istimewa bagi sejarah sepak bola Spanyol. Melansir laporan dari Associated Press, kemenangan atas Argentina ini menjadikan Spanyol sebagai negara pertama dalam sejarah sepak bola modern yang berhasil memegang gelar juara dunia kategori putra dan putri secara bersamaan, setelah tim nasional putri mereka sukses menjuarai Piala Dunia Wanita pada tahun 2023 lalu.

Tidak hanya dominan dalam hal koleksi trofi, armada asuhan Luis de la Fuente ini juga menutup turnamen dengan catatan pertahanan yang luar biasa kokoh. Sepanjang bergulirnya kompetisi Piala Dunia 2026, gawang La Roja tercatat hanya kebobolan satu gol saja.

Rapor defensif yang nyaris sempurna ini resmi menjadi rekor baru dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia, yang membuktikan bahwa kunci kejayaan Spanyol musim ini dibangun dari kedisiplinan serta konsistensi lini belakang yang sangat solid.

38 Laga Tak Terkalahkan dan Sejarah Luis de la Fuente

Hasil manis di partai puncak ini juga otomatis memperpanjang tren positif dan kedigdayaan Spanyol di panggung internasional.

Tambahan satu kemenangan berharga atas Argentina ini membuat catatan unbeaten alias tidak terkalahkan milik La Roja melesat menjadi 38 pertandingan beruntun.

Statistik impresif tersebut sukses melewati rekor tim Eropa sebelumnya yang sempat dipegang oleh tim nasional Italia.

Tinta emas sejarah juga berhasil diukir oleh sang juru taktik di pinggir lapangan. Pada usianya yang menginjak 65 tahun, Luis de la Fuente menempatkan namanya sebagai pelatih tertua dalam sejarah yang mampu membawa sebuah negara menjuarai kompetisi Piala Dunia.

Keberhasilan De la Fuente membawa trofi emas ini sekaligus mempertegas efektivitas proyek regenerasi pemain muda yang telah ia bangun secara bertahap di internal skuad Spanyol dalam beberapa tahun terakhir.

Dominasi La Roja yang Meruntuhkan Tembok Pertahanan Argentina

Jalannya laga final sendiri berlangsung dengan tensi tinggi dan sangat ketat sejak peluit pertama dibunyikan. Spanyol yang tampil memegang kendali penuh atas jalannya laga terus menggempur dengan dominasi penguasaan bola yang dominan.

Di sisi lain, Argentina memilih taktik bertahan dengan rapat dan disiplin tinggi demi meredam agresivitas serangan Spanyol.

Kokohnya tembok pertahanan Albiceleste akhirnya runtuh juga saat memasuki babak perpanjangan waktu kedua.

Ferran Torres keluar sebagai pahlawan bagi Spanyol setelah sepakannya di menit ke-106 merobek jala gawang lawan, tepat ketika laga krusial ini tampak mulai mengarah ke babak adu penalti yang menegangkan.

Bagi Argentina, kekalahan menyakitkan ini sekaligus menutup ambisi besar mereka untuk mempertahankan gelar juara dunia yang sempat mereka raih pada edisi 2022 di Qatar.

Sementara bagi Spanyol, hasil akhir final Piala Dunia 2026 ini menjadi penegasan mutlak bahwa generasi baru La Roja telah matang dan siap kembali mendominasi level tertinggi sepak bola dunia untuk tahun-tahun ke depan.

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *