Home / News / Mentan Amran Motivasi 2.000 Pelajar Muhammadiyah: Berjuang Sekarang, Nikmati Hasilnya di Masa Depan

Mentan Amran Motivasi 2.000 Pelajar Muhammadiyah: Berjuang Sekarang, Nikmati Hasilnya di Masa Depan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membakar semangat 2.000 kader IPM di UMJ.

KKSSNews.com – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, menghadiri dan membakar semangat sekitar 2.000 kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dari berbagai penjuru tanah air.

Di hadapan ribuan generasi muda tersebut, Mentan Amran melayangkan pesan kuat agar mereka berani bermimpi besar, keluar dari zona nyaman, serta mulai menempa karakter pantang menyerah sejak dini sebagai fondasi utama meraih kesuksesan masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mentan Amran saat menghadiri Resepsi Milad ke-65 IPM sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPM yang mengusung tema “Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak” di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu, 18 Juli 2026.

Melalui rilis resmi Kementerian Pertanian dengan Nomor: B-552/ HM.160/7/07/2026, Amran mengingatkan bahwa setiap pilihan hidup di masa muda akan membawa konsekuensi nyata di kemudian hari.

Pilihan Hidup: Berjuang Sekarang atau Menanggung Kesulitan Nanti

Dalam orasi ilmiahnya, menteri asal Sulawesi Selatan ini membedah dua jalan hidup yang bisa dipilih oleh para pelajar saat ini, yakni memilih untuk menempa diri atau terlena dalam kenyamanan yang semu.

“Ada dua pilihan. Satu, struggle now, bekerja keras sekarang, nanti menikmati setelah 15 tahun kemudian. Atau enjoy now, bersenang-senang sekarang, tetapi struggle for life (sengsara) nanti,” ujar Mentan Amran di hadapan ribuan kader IPM yang memadati lokasi acara.

Mentan Amran menegaskan bahwa pelajar Muhammadiyah merupakan pilar penggerak yang memiliki andil besar dalam menentukan arah peradaban Republik Indonesia.

Kendati demikian, ia mengingatkan sebuah gagasan hebat tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya konsistensi tindakan nyata di lapangan.

Menurutnya, kesuksesan bukanlah sebuah produk instan yang bisa diraih tanpa tetesan keringat, melainkan buah dari proses disiplin yang panjang.

Amran meminta generasi muda untuk membangun mentalitas produktif agar mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat, bukan justru menjadi mental peminta-minta atau ketergantungan.

“Rezeki memang di tangan Tuhan, tapi kalau kamu tidur terus, Tuhan pun angkat tangan. Allah mencintai orang yang bekerja keras. Mudah membuat mimpi, mudah membuat gagasan. Yang paling sulit adalah bermimpi dan bertindak. Kalau sudah bertindak, harus persisten, tidak boleh menyerah,” tegasnya memotivasi.

Ajak Generasi Muda Sulap Lahan Tidur Menjadi Sektor Produktif

Lebih lanjut, Mentan Amran juga mengajak seluruh kader IPM untuk peka terhadap potensi lingkungan sekitar dengan melirik sektor pertanian sebagai ruang pengabdian sekaligus motor penggerak ekonomi.

Indonesia dinilai memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, namun masih sangat membutuhkan tangan kreatif generasi muda untuk mengelolanya secara mandiri.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya pelajar, untuk tidak membiarkan ada sejengkal pun lahan yang telantar tanpa menghasilkan nilai ekonomis.

Gerakan pertanian produktif ini bahkan bisa diinisiasi dari lingkungan rumah dengan memanfaatkan ruang yang terbatas melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari.

“Jangan biarkan ada lahan tidur di sekeliling Anda. Kalau ada lahan, bangunkan. Disewa, dimiliki, atau tanah sendiri, jangan biarkan lahan tidur. Cabai tanam lima pot saja, satu keluarga bisa selesai. Kalau makan cabai, bijinya jangan dibuang, tanam saja. Begitu suburnya negara kita,” lanjut Mentan Amran.

Suasana Rakernas sempat berubah haru ketika Mentan Amran berdialog langsung dengan salah satu peserta, seorang pelajar yatim piatu yang menyampaikan keinginannya untuk bisa bekerja paruh waktu demi membiayai kelanjutan kuliahnya

. Tersentuh dengan kegigihan tersebut, Amran langsung memerintahkan jajarannya di Kementan untuk memfasilitasi peluang magang dan pekerjaan agar sang pelajar tetap bisa menempuh pendidikan tinggi.

Sektor Pertanian Berhasil Swasembada Pangan Lebih Cepat

Di akhir sambutannya, Mentan Amran turut membagikan kabar baik mengenai lompatan besar di sektor pertanian nasional.

Berkat kolaborasi solid antara para petani, instansi pemerintah, dan seluruh elemen bangsa, Indonesia sukses mencatatkan sejarah dengan mempercepat realisasi swasembada pangan melampaui target waktu yang ditetapkan oleh kepala negara.

“Kami ditarget Bapak Presiden swasembada empat tahun. Alhamdulillah, karena doa dan kerja keras seluruh anak bangsa, satu tahun sudah swasembada dan tidak impor beras. Kalian adalah harapan bangsa. Lanjutkan perjuangan, bantu rakyat Indonesia, bantu umat. Masa depan Indonesia ada di tangan kalian,” pungkas Mentan Amran menutup kunjungannya.

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *