Home / News / Mentan Amran Instruksikan Penanganan Kilat Kekeringan, Petani Subang Dapat Bantuan Sumur Bor

Mentan Amran Instruksikan Penanganan Kilat Kekeringan, Petani Subang Dapat Bantuan Sumur Bor

Petugas Kementerian Pertanian melakukan pengeboran sumur submersible untuk mengatasi kekeringan lahan pertanian di Kabupaten Subang.

KKSSNews.com, Subang – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat menangani ancaman kekeringan yang mulai melanda sejumlah sentra produksi padi di Kabupaten Subang. Langkah taktis ini diambil guna menjaga pasokan air bagi lahan pertanian sekaligus mengamankan produksi padi nasional.

Melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP), Kementan langsung mengeksekusi pengeboran sumur submersible serta menyiagakan 16 unit pompa irigasi.

Seluruh bantuan sarana air tersebut akan didistribusikan secara merata di enam kecamatan yang terdampak kekeringan.

Langkah cepat di lapangan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Mentan menginstruksikan seluruh jajaran Kementan untuk memperkuat mitigasi dalam menghadapi musim kemarau.

Amran menegaskan bahwa setiap laporan kekeringan dari daerah harus segera direspons agar tidak berkembang menjadi puso (gagal panen) yang dapat mengganggu produktivitas dan menghambat target swasembada pangan.

“Kita tidak boleh menunggu sampai kekeringan meluas,” tegas Mentan Amran dalam arahannya.

Survei Geolistrik di Sawah Tadah Hujan Manyingsal

Merespons instruksi tersebut, Ditjen LIP langsung menerjunkan tim ke Kabupaten Subang untuk melakukan survei di sejumlah wilayah terdampak.

Setelah memetakan potensi air tanah menggunakan teknologi survei geolistrik, Ditjen LIP bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) langsung melakukan pengeboran sumur submersible di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara.

Sumur baru ini diharapkan mampu menjadi solusi dan sumber air utama bagi lahan sawah tadah hujan yang selama ini tidak terjangkau oleh jaringan irigasi permukaan.

PPL Desa Manyingsal, Agus Hermawan, menyampaikan apresiasi mendalam atas respons kilat dari Kementan.

“Alhamdulillah atas cepat tanggapnya dari Kementerian Pertanian, hari ini langsung dibuatkan sumur submersible di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang untuk menangani kekurangan air. Saya selaku PPL sangat berterima kasih kepada Kementerian Pertanian dalam menanggapi cepat kekeringan ini,” ujar Agus saat ditemui di Subang, Kamis (9/7/2026).

Senada dengan Agus, Taryo, seorang petani setempat mengakui bahwa kemarau kali ini terasa cukup berat bagi para petani di desanya. Pasalnya, sumber air dari sumur bor pantek lama yang selama ini diandalkan warga kini telah sepenuhnya mengering.

“Kami benar-benar mengalami kekeringan karena sumber mata air sumur bor pantek sudah kering di desa kami. Alhamdulillah, dari pemerintah BPLIP sigap turun ke lokasi. Belum 24 jam, sekarang sudah ada tindakan langsung untuk menurunkan alat geolistrik guna mencari sumber mata air untuk membuat sumur bor baru. Harapan kami dengan sumur baru ini bisa mengatasi kekeringan, biar panen kami bisa maksimal,” tutur Taryo lega.

Intervensi Menyeluruh di Enam Kecamatan

Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Bandung, Hamid Sangadji, memaparkan bahwa penanganan dampak kekeringan dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.

Upaya penanganan diawali dengan pemetaan wilayah potensial terdampak, sehingga intervensi teknologi dari pemerintah dapat berjalan lebih cepat serta tepat sasaran di lapangan.

Selain memfokuskan pembangunan sumur submersible di Kecamatan Cipunagara, Kementan juga telah menyiapkan armada 16 unit pompa irigasi untuk disalurkan ke enam kecamatan di Kabupaten Subang.

Bantuan ini mencakup penyediaan pompa irigasi air tanah dalam di wilayah Kecamatan Pusakanagara, Patok Besi, dan Blanakan. Guna memastikan akuntabilitas, seluruh usulan bantuan harus melalui proses verifikasi administrasi yang ketat agar tepat sasaran sesuai ketentuan.

Melalui berbagai langkah antisipatif yang terukur ini, Kementan memastikan kehadiran negara untuk memberikan solusi nyata bagi petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Penguatan infrastruktur air di tingkat tapak ini diharapkan mampu menjaga stabilitas produktivitas pertanian nasional, mengamankan pendapatan panen petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *