Home / News / Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian

Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian

KKSSNews.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumpulkan civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) di kediamannya, Jakarta, sejak pukul 06.00 WIB, Senin (29/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat inovasi dan hilirisasi sektor pertanian guna mendukung target swasembada pangan nasional.

Hadir dalam pertemuan itu Rektor UGM Prof. Ova Emilia, jajaran wakil rektor, dekan, guru besar, peneliti, kepala pusat studi, dosen, hingga mahasiswa dari klaster agro.

Mentan Amran menegaskan perguruan tinggi merupakan mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan sektor pertanian sekaligus mendorong peningkatan produktivitas nasional.

“Menjadi dosen adalah pekerjaan yang paling enak karena bisa menciptakan lompatan eksponensial. Dari kampus lahir inovasi, teknologi, dan generasi yang menentukan masa depan bangsa,” ujar Amran.

Perkuat Kolaborasi Triple Helix

Menurut Amran, pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Diperlukan sinergi erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha melalui pendekatan triple helix, sehingga hasil riset dapat diterapkan secara nyata di lapangan.

“Kita membutuhkan kampus, pemerintah, dan dunia usaha berjalan bersama. Hasil penelitian harus turun ke masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” katanya.

Ia mengajak UGM memperluas kolaborasi di berbagai subsektor pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan.

Secara khusus, Mentan mendorong pengembangan komoditas strategis seperti kedelai dan bawang putih untuk mengurangi ketergantungan impor, termasuk memperkuat riset bawang putih di Temanggung sebagai salah satu sentra produksi nasional.

Dorong Teknologi Peternakan Modern

Pada sektor peternakan, Amran meminta kalangan akademisi mengembangkan teknologi semen beku serta persilangan sapi Belgian Blue dengan Brahman guna menghasilkan ternak berproduktivitas tinggi.

“Kembangkan semen beku dan persilangan sapi agar menghasilkan produktivitas yang tinggi. Ini akan menjadi lompatan besar bagi peternakan Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa hasil penelitian perguruan tinggi harus diarahkan pada kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menjadi publikasi ilmiah.

“Lakukan penelitian yang dibutuhkan masyarakat. Penelitian jangan hanya menjadi Scopus, tetapi harus memberikan manfaat bagi rakyat,” tegasnya.

Hilirisasi Riset untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Dalam kesempatan tersebut, Mentan memaparkan berbagai inovasi yang telah diterapkan Kementerian Pertanian, salah satunya model budidaya padi modern PM AAS melalui sistem tebar langsung dan pemanfaatan teknologi drone.

Menurutnya, teknologi tersebut mampu menekan biaya produksi hingga sekitar Rp15 juta per hektare dengan potensi pendapatan petani mencapai Rp50 juta per hektare.

Amran juga mengajak mahasiswa dan akademisi untuk terus berinovasi, berani menghadapi tantangan, serta tidak takut mengalami kegagalan.

“Gagal adalah pondasi kesuksesan. Jangan takut gagal. Anak-anak muda inilah yang akan melanjutkan masa depan Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan bahwa visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan, meningkatkan produksi protein nasional, serta mengembangkan biodiesel dan bioetanol hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

UGM Siap Dukung Agenda Pertanian Nasional

Rektor UGM Prof. Ova Emilia menyambut baik inisiatif Mentan Amran yang mempertemukan seluruh unsur universitas dalam satu forum diskusi.

“Selama saya menjabat, ini merupakan diskusi yang sangat lengkap bersama seorang menteri. Peneliti, pusat studi, dosen, hingga mahasiswa hadir bersama membahas masa depan pertanian Indonesia,” ujarnya.

Ova menegaskan UGM siap mendukung agenda pembangunan pertanian nasional melalui riset, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin.

“Kami siap mendukung apa yang telah disampaikan Bapak Menteri. Apa yang menjadi visi Kementerian Pertanian sejalan dengan semangat UGM untuk menghadirkan riset yang berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *