KKSSNews.com, Jakarta — Pemerintah memperketat pengawasan harga dan distribusi daging sapi serta kerbau menjelang Ramadan dan Idulfitri guna memastikan harga tetap terkendali dan masyarakat memperoleh pasokan pangan dengan harga yang wajar.
Langkah ini dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga, melibatkan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Mutu dan Keamanan Pangan, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha di sektor pangan.
Penguatan pengawasan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional, khususnya pada periode meningkatnya permintaan seperti Ramadan dan Idulfitri.
Pengawasan Diperketat, Pelanggaran Akan Ditindak
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi praktik penjualan daging yang melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan.
“Sesuai arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, jika ada toko yang menjual daging kerbau beku tidak sesuai HAP, segera laporkan ke Satgas. Jika terbukti melanggar, akan ditindak tegas,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, langkah tegas ini diperlukan untuk melindungi konsumen dari lonjakan harga yang tidak wajar sekaligus menjaga keadilan dalam distribusi pangan.
Daging Kerbau Beku Jadi Alternatif Terjangkau
Sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga, pemerintah juga menyiapkan skema distribusi daging kerbau beku melalui program khusus.
Daging ini dipasarkan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan daging sapi segar.
Agung menjelaskan bahwa masyarakat dapat menemukan daging kerbau beku di kios-kios tertentu yang telah ditandai dengan informasi harga resmi.
“Biasanya dijual di kios yang memiliki spanduk atau penanda harga daging kerbau terjangkau, sehingga masyarakat bisa dengan mudah mengenalinya,” jelasnya.
Program ini diharapkan menjadi solusi alternatif bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan protein hewani tanpa harus terbebani lonjakan harga.
Distribusi Diperkuat, Harga Dipantau Ketat
Pemerintah juga terus memantau pergerakan harga melalui sistem pemantauan pangan nasional untuk memastikan stabilitas tetap terjaga.
Kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan dinilai sebagai fenomena musiman yang rutin terjadi setiap tahun.
Namun demikian, pemerintah berupaya mengantisipasi lonjakan tersebut melalui penguatan distribusi serta koordinasi lintas sektor.
Untuk mendukung kelancaran distribusi, pemerintah menggandeng badan usaha milik negara (BUMN) yang mendapatkan penugasan dalam penyediaan dan distribusi daging.
Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi, memastikan pihaknya menjalankan penugasan tersebut dengan mematuhi harga acuan yang berlaku.
“Tidak ada penjualan daging kerbau beku di atas Rp80.000 per kilogram. Kami patuh terhadap ketentuan yang ditetapkan pemerintah,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sebagai BUMN, perusahaan juga diawasi secara ketat, termasuk melalui audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Jika ada pelanggaran harga, tentu akan ada konsekuensi dan kami diminta mengembalikan selisihnya,” ujarnya.
Distribusi daging dilakukan melalui jaringan distributor yang tersebar di berbagai daerah guna memastikan pasokan tetap tersedia dan merata.
Pemerintah Libatkan Satgas dan Aparat
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh menjaga stabilitas harga pangan, terutama pada momentum Ramadan dan Idulfitri.
Ia meminta seluruh jajaran Satgas Pangan serta aparat penegak hukum di daerah untuk aktif melakukan pengawasan di pasar.
“Kami minta Satgas Pangan dan aparat di seluruh Indonesia bergerak. Jika ditemukan pelanggaran, lakukan tindakan tegas sesuai aturan,” ujarnya usai rapat koordinasi stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan, spekulasi harga, atau pelanggaran distribusi yang dapat merugikan masyarakat.
Jaminan Pasokan untuk Masyarakat
Dengan pengawasan yang diperketat dan distribusi yang terus diperkuat, pemerintah optimistis ketersediaan daging selama Ramadan hingga Idulfitri dapat terjaga dengan baik.
Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi besar dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi di tengah peningkatan konsumsi.
Pemerintah memastikan pengawasan pasar akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga stabilitas harga serta menjamin masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga yang adil dan terjangkau.







