KKSSNews.com, Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan pesan kuat kepada seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk terus mempererat barisan.
Di tengah keberhasilan Indonesia meraih berbagai capaian strategis di sektor agraria, Mentan menegaskan bahwa kekompakan tim adalah fondasi utama yang memungkinkan swasembada pangan bukan sekadar mimpi, melainkan kenyataan.
Pesan tersebut disampaikan Mentan Amran dalam agenda rapat koordinasi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Momentum ini menjadi ajang refleksi atas kerja keras seluruh elemen kementerian dalam satu tahun terakhir.
Keberhasilan Kolektif, Bukan Hasil Individu
Dalam arahannya, Mentan Amran menekankan bahwa lonjakan produktivitas pertanian yang dirasakan masyarakat saat ini adalah buah dari kerja kolektif.
Ia menolak anggapan bahwa kesuksesan kementerian hanya bergantung pada figur pimpinan, melainkan pada sinergi dari tingkat pusat hingga penyuluh di lapangan.
“Keberhasilan yang kita capai hari ini bukan karena satu orang, tetapi karena kerja keras kita semua. Tanpa tim yang kuat, tanpa kolaborasi yang baik, capaian ini tidak mungkin terjadi,” tegas Mentan Amran di hadapan jajarannya.
Dalam waktu relatif singkat, Kementan memang telah menunjukkan taringnya.
Beberapa program strategis yang kini membuahkan hasil signifikan antara lain peningkatan produksi padi dan jagung yang masif, tercapainya kemandirian stok beras nasional, hingga perluasan akses pasar ekspor untuk komoditas hortikultura dan perkebunan.
Menghadapi Geopolitik dan Dinamika Global
Meski Indonesia saat ini berada di jalur yang tepat dalam hal swasembada, Mentan Amran mengingatkan bahwa tantangan di depan mata tidaklah ringan.
Fluktuasi harga pangan dunia dan perubahan konstelasi geopolitik global menuntut sektor pertanian Indonesia untuk memiliki daya tahan yang ekstra kuat.
Menurutnya, sektor pertanian tidak boleh goyah oleh dinamika politik atau pasar internasional.
Kunci untuk tetap tegak berdiri adalah dengan tetap fokus pada tujuan utama: melayani petani dan mengamankan stok pangan untuk lebih dari 280 juta rakyat Indonesia.
“Dalam situasi global yang penuh tantangan seperti sekarang, kita harus tetap kompak. Fokus kita adalah bekerja untuk petani dan untuk kepentingan bangsa. Kita harus tetap satu barisan,” ucapnya dengan nada optimis.
Mendukung Visi Presiden Prabowo Subianto
Strategi penguatan pangan yang dijalankan Kementan saat ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah terus mendorong berbagai kebijakan yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan, di mana petani menjadi aktor utama dalam pertumbuhan nasional.
Beberapa poin strategis yang menjadi fokus pemerintah saat ini meliputi:
-
Peningkatan Produksi Berkelanjutan: Melalui mekanisasi pertanian modern dan penyediaan input produksi (benih dan pupuk) secara tepat waktu.
-
Penguatan Cadangan Pangan Nasional: Memastikan gudang-gudang pangan nasional tetap terisi untuk mengantisipasi masa paceklik atau bencana alam.
-
Hilirisasi Komoditas Pertanian: Mendorong pengolahan hasil panen di dalam negeri agar petani mendapatkan nilai tambah ekonomi yang lebih besar, bukan sekadar menjual bahan mentah.
Mentan Amran meyakini bahwa hilirisasi adalah jalan pintas menuju kesejahteraan petani. Dengan adanya industri pengolahan di pedesaan, ekonomi lokal akan bergerak, lapangan kerja terbuka, dan harga komoditas di tingkat petani akan lebih stabil.
Kebersamaan untuk Indonesia Maju
Menutup arahannya, Mentan Amran kembali mengingatkan bahwa semangat kebersamaan di bulan Ramadan ini harus menjadi bahan bakar untuk bekerja lebih keras setelahnya.
Ia percaya bahwa jika jajaran Kementan solid secara internal, maka tantangan eksternal seberat apa pun akan mampu dilewati.
“Kalau kita kompak dan fokus bekerja, saya yakin sektor pertanian Indonesia akan semakin kuat dan mampu menjawab berbagai tantangan ke depan,” pungkas Amran.
Rapat koordinasi dan buka puasa bersama ini dihadiri oleh para pejabat eselon I, II, serta staf di lingkungan Kementerian Pertanian, yang berkomitmen untuk terus mengawal visi besar Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.







