Home / News / Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi 125,45

Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi 125,45

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau langsung gudang Perum Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026). humas Kementan

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak besar bagi kesejahteraan petani dan peternak di Indonesia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program ini memiliki dampak luas terhadap sektor pertanian nasional. Menurutnya, MBG mampu menciptakan ekosistem ekonomi pangan yang menghubungkan langsung sektor produksi dengan konsumsi masyarakat dalam skala besar.

“Sekitar 160 juta petani dan peternak kita mensuplai kebutuhan dapur MBG. Ini adalah program mulia, bukan hanya untuk pemenuhan gizi, tetapi untuk kemaslahatan umat,” kata Mentan Amran dalam keterangannya.

Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah.

NTP Februari 2026 Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Dampak positif program ini mulai terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Februari 2026 tercatat sebesar 125,45, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah pencatatan resmi BPS di Indonesia.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa kesejahteraan petani terus meningkat. NTP Februari 2026 mengalami peningkatan 1,50 persen dibandingkan Januari 2026.

Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,17 persen, jauh melampaui kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang hanya naik 0,65 persen.

Artinya, pendapatan petani tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan pengeluaran mereka, yang menjadi indikator positif bagi kesejahteraan sektor pertanian nasional.

Tren Positif Sejak 2025

Kenaikan NTP ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Data menunjukkan tren peningkatan yang konsisten sejak tahun sebelumnya.

Pada Maret 2025, NTP tercatat berada di angka 123,72. Angka tersebut terus meningkat hingga mencapai 125,35 pada Desember 2025, dan akhirnya menembus 125,45 pada Februari 2026.

Tren positif ini menunjukkan bahwa berbagai kebijakan pemerintah di sektor pertanian mulai memberikan dampak nyata bagi para petani.

Menurut Mentan Amran, peningkatan tersebut merupakan hasil dari berbagai program pemerintah seperti peningkatan produktivitas, efisiensi biaya produksi, serta dukungan teknologi bagi petani.

Hortikultura Catat Lonjakan Paling Tinggi

Jika dilihat dari subsektor, hortikultura menjadi sektor yang mencatat peningkatan paling signifikan.

Nilai Tukar Petani subsektor hortikultura melonjak dari 119,62 pada Januari 2026 menjadi 139,57 pada Februari 2026.

Selain hortikultura, subsektor perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa permintaan terhadap berbagai komoditas pangan nasional meningkat seiring dengan pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.

Permintaan Pangan Meningkat, Ekonomi Desa Bergerak

Program MBG juga menciptakan permintaan besar terhadap berbagai komoditas pangan strategis seperti:

  • Beras
  • Telur
  • Daging ayam
  • Sayuran
  • Berbagai bahan pangan lokal lainnya

Lonjakan permintaan ini secara langsung mendorong peningkatan produksi pertanian nasional sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor pangan.

“Dari sawah, kandang, hingga ke dapur MBG, semuanya terhubung. Ini menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat, adil, dan berpihak pada rakyat,” ujar Mentan Amran.

Program ini juga diperkirakan akan menggerakkan ekonomi desa secara signifikan karena melibatkan rantai pasok pangan yang luas.

Selain petani dan peternak, sektor UMKM pangan juga diprediksi akan merasakan manfaat besar dari program ini.

Cadangan Beras Nasional Aman

Untuk memastikan keberlanjutan program MBG, Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan stok pangan nasional dalam kondisi aman.

Saat ini, cadangan beras nasional tercatat mencapai 4,6 juta ton, yang menjadi salah satu indikator kuatnya ketahanan pangan Indonesia.

Dengan stok yang memadai dan produksi yang terus meningkat, pemerintah optimistis mampu memenuhi kebutuhan pangan untuk program MBG di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan stok yang kuat dan produksi yang terus meningkat, kita siap mendukung penuh kebutuhan MBG di seluruh Indonesia,” tegas Mentan Amran.

MBG Dinilai Wujud Keadilan Sosial

Mentan Amran menegaskan bahwa program MBG merupakan bentuk nyata kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat kecil.

Program ini tidak hanya memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang baik, tetapi juga menjamin kesejahteraan petani dan peternak sebagai produsen pangan.

“Program Bapak Presiden Prabowo sangat berpihak pada rakyat. Ini nyata karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mengangkat kesejahteraan petani dan peternak,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa MBG merupakan langkah strategis dalam membangun generasi masa depan yang sehat sekaligus memperkuat ekonomi nasional.

“Ini adalah program untuk rakyat. Program yang memastikan anak-anak kita sehat, petani kita sejahtera, dan ekonomi bangsa kita semakin kuat,” pungkasnya.

Pemerintah optimistis melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan seluruh elemen bangsa, program Makan Bergizi Gratis akan menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional sekaligus penggerak kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkelanjutan.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *