Home / News / Sasar Pasar Global, Komisi IV DPR RI Desak Pemerintah Susun Peta Jalan Ekspor Beras Nasional

Sasar Pasar Global, Komisi IV DPR RI Desak Pemerintah Susun Peta Jalan Ekspor Beras Nasional

Beras Produksi Petani

KKSSNews.com, Jakarta– Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, meminta pemerintah segera merumuskan peta jalan (roadmap) ekspor beras nasional.

Langkah ini merespons stok beras dalam negeri yang melimpah, di mana pada akhir Desember 2025 tercatat mencapai angka 3,53 juta ton.

Pernyataan tersebut disampaikan Alex dalam momen silaturahmi bersama penyuluh pertanian se-Sumatera Barat di Kota Padang, Minggu (7/3/2026), yang juga dihadiri Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti.

Tantangan Mutu: Kadar Broken Beras Indonesia Harus Turun ke 5%

Alex menekankan bahwa Indonesia harus mampu bersaing dengan negara produsen beras lain di Asia Tenggara jika ingin menembus pasar internasional.

Salah satu kendala utama saat ini adalah tingginya angka patahan (broken) pada beras lokal.

“Beras SPHP kita saat ini masih mengandung patahan atau menir di angka 25-40 persen. Sementara negara pesaing sudah di angka 5 persen. Jika ini tidak segera diatasi melalui riset berkelanjutan bersama BRIN dan perguruan tinggi, pasar global akan sulit ditembus,” tegas legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut, Senin (9/3/2026).

Inovasi “Sawah Pokok Murah” dari Sumatera Barat

Untuk menjawab tantangan biaya produksi yang tinggi, Alex memperkenalkan metode Sawah Pokok Murah temuan petani inovatif asal Sumbar, Ir. Djoni.

Metode ini dinilai revolusioner karena mampu memangkas biaya produksi secara drastis tanpa mengurangi hasil panen.

Keunggulan metode Sawah Pokok Murah meliputi:

  • Tanpa Pengolahan Tanah: Menghilangkan komponen biaya terbesar dalam bercocok tanam.

  • Bebas Kimia: Tidak memerlukan pupuk kimia, pestisida, maupun fungisida.

  • Tahan Cuaca: Lebih tangguh menghadapi risiko kekeringan atau kemarau.

“Inovasi ini sudah dilaksanakan secara masif di Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, dan Dharmasraya. Biaya produksi dipastikan jauh lebih murah dibanding metode konvensional,” imbuh Alex.

Mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto

Menurut Alex, kesiapan ekspor sangat krusial untuk menjaga keseimbangan harga di tingkat petani saat produksi melimpah.

Program peningkatan produksi melalui ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian yang dicanangkan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto harus dibarengi dengan strategi daya serap yang jelas.

“Daya serap dalam negeri tidak bertambah signifikan. Jika produksi melonjak, mau diapakan stok melimpah itu nanti? Ekspor adalah jawaban agar kesejahteraan petani tetap terjaga,” jelas Ketua Panja Penyerapan Gabah dan Jagung tersebut.

Sinergi Penyuluh dan Pemerintah

Dalam agenda yang disertai buka puasa Ramadan 1447 H ini, Alex mengajak para penyuluh pertanian untuk menjadi garda terdepan dalam mendampingi petani mengadopsi inovasi teknologi.

Dengan biaya produksi yang rendah dan mutu yang diperbaiki, Indonesia optimistis mampu bertransformasi dari negara pengimpor menjadi pemain utama dalam perdagangan beras dunia.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *