Home / Nasional / Mentan Amran Pastikan Harga Ayam dan Telur Mulai Pulih, MBG Jadi Offtaker Peternak Rakyat

Mentan Amran Pastikan Harga Ayam dan Telur Mulai Pulih, MBG Jadi Offtaker Peternak Rakyat

KKSSNews.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan harga ayam pedaging dan telur ayam ras di tingkat peternak mulai menunjukkan tren pemulihan setelah pemerintah menerapkan berbagai langkah stabilisasi dalam beberapa pekan terakhir.

Perbaikan tersebut dinilai menjadi angin segar bagi peternak rakyat yang sebelumnya menghadapi tekanan akibat kelebihan pasokan dan tingginya biaya produksi.

Mentan Amran mengatakan pemerintah terus menjaga keseimbangan antara produksi, harga, dan penyerapan hasil peternak agar usaha sektor perunggasan tetap berkelanjutan.

Salah satu strategi yang dinilai efektif adalah memperkuat sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pasar bagi hasil produksi peternak.

“Telur sudah aman, ayam sudah aman, harganya sudah naik. Jadi kini (program) MBG adalah off-taker untuk produksi-produksi pertanian, 167 juta petani peternak pekebun. Jadi MBG adalah off-takernya komunitas pertanian,” ujar Mentan Amran usai menerima audiensi Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (27/7).

Kementan Tempuh Berbagai Langkah Stabilkan Harga

Menurut Mentan Amran, pemulihan harga ayam dan telur merupakan hasil dari serangkaian kebijakan yang telah dijalankan Kementerian Pertanian bersama berbagai pemangku kepentingan.

Pada 10 Juni 2026, Kementan mengumpulkan peternak ayam petelur dari berbagai daerah untuk mencari solusi atas anjloknya harga di tingkat peternak.

Dari pertemuan tersebut disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya pengawasan harga acuan pembelian oleh Satgas Pangan Polri, penyaluran jagung melalui mekanisme Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menekan biaya pakan, serta peningkatan frekuensi penyerapan telur oleh BGN dalam Program Makan Bergizi Gratis dari satu kali menjadi tiga kali setiap pekan.

Selanjutnya, pada 6 Juli 2026, Kementerian Pertanian juga memfasilitasi rembuk peternak ayam pedaging dan petelur bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Forum tersebut menghasilkan kesepakatan harga acuan live bird sebesar Rp19.500 per kilogram dan harga telur ayam ras Rp24.000 per kilogram di tingkat peternak yang mulai diberlakukan sejak 15 Juli 2026.

Selain itu, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebijakan stabilisasi harga berjalan efektif di lapangan.

PINSAR: Harga Mulai Membaik, Peternak Kembali Optimistis

Perbaikan kondisi pasar juga mendapat apresiasi dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR).

Ketua Umum PINSAR Indonesia, Singgih Januratmako, menyebut kenaikan harga ayam dan telur menjadi kabar baik setelah peternak menghadapi tekanan akibat kelebihan produksi.

“Kami tadi sudah berdiskusi dengan Pak Menteri Amran. Kami berterima kasih karena sekarang alhamdulillah harga ayam dan telur sudah naik. Ini tentu menjadi kabar baik bagi peternak,” kata Singgih.

Ia berharap Program Makan Bergizi Gratis terus diperkuat sebagai pasar yang mampu menyerap produksi peternak rakyat secara berkelanjutan.

“BGN kami harapkan menjadi offtaker. Dari dulu memang itu yang kami diskusikan. Walaupun penyerapannya sekitar 15 sampai 20 persen produksi, itu sangat membantu peternak. Selama ini kelebihan produksi ayam dan telur juga sekitar 15 persen. Dengan adanya penyerapan ini, seharusnya harga tidak lagi bergejolak,” ujarnya.

Singgih juga meminta koordinasi antar kementerian terus diperkuat agar kebijakan yang dijalankan saling mendukung dan memberikan kepastian bagi peternak.

“Kami berharap pemerintah solid antara satu kementerian dengan kementerian lain. Ke depan harmonisasi antara Kementan, BGN, dan peternak harus semakin baik sehingga produksi ayam dan telur rakyat bisa terserap optimal,” katanya.

Ia turut mengapresiasi kepemimpinan Mentan Amran yang dinilai cepat merespons persoalan di sektor perunggasan.

“Pak Amran sudah bagus, tegas dan jujur. Kami harapkan sikap seperti ini terus dipertahankan, bahkan semakin tegas lagi,” ungkap Singgih.

MBG Diharapkan Jaga Stabilitas Harga

Ke depan, Kementerian Pertanian memastikan akan terus mengawal implementasi berbagai kebijakan stabilisasi sektor perunggasan, mulai dari pengawasan harga di tingkat peternak, menjaga ketersediaan pakan, hingga memperkuat penyerapan hasil produksi melalui Program Makan Bergizi Gratis.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, Badan Gizi Nasional, dan pelaku usaha perunggasan, pemerintah berharap harga ayam dan telur tetap stabil, usaha peternak rakyat semakin berkelanjutan, sekaligus menjamin ketersediaan sumber protein bagi masyarakat Indonesia.

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *