KKSSNews.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meraih apresiasi tinggi dari para peserta Kongres Umat Islam Indonesia VIII yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Minggu (26/7/2026). Keberanian Mentan Amran dalam membenahi persoalan mendasar di sektor pangan dan pertanian dinilai sangat progresif.
Bahkan, dalam sesi dialog interaktif, salah seorang peserta menyebut Presiden Prabowo Subianto membutuhkan lebih banyak sosok berintegritas seperti Amran Sulaiman untuk menuntaskan berbagai persoalan bangsa.
Swasembada Adalah Buah Kerja Bersama
Menanggapi pujian tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa berbagai pencapaian sektor pangan tanah air bukanlah hasil kerja perorangan, melainkan buah kolaborasi lintas kementerian, TNI, Polri, pemerintah daerah, akademisi, hingga para ulama.
“Swasembada ini bukan saya, bukan aku, tetapi kita, termasuk MUI. Kalau bukan MUI yang memberi nasihat, kami tidak mungkin bisa bekerja dengan baik karena kita harus menjadi teladan. Tidak ada sukses yang bisa berdiri sendiri,” ujar Mentan Amran.
Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng & Tata Ulang Bisnis Sawit
Dalam dialog tersebut, peserta menyampaikan keluhan petani sawit yang masih kesulitan mengakses industri pengolahan akibat dominasi pabrik oleh kelompok oligarki.
Merespons hal itu, Mentan Amran menegaskan pemerintah terus membenahi tata kelola sawit nasional, termasuk menertibkan perkebunan dan pabrik ilegal untuk diambil alih oleh negara. Selain itu, Kementan bersama aparat penegak hukum menindak tegas mafia minyak goreng yang melakukan permainan harga hingga pengurangan takaran kemasan.
“Minyak goreng harganya tinggi, dikurangi pula takarannya hanya 700 cc. Ini kami tindak! Ada yang didenda hingga Rp11 triliun. Atas arahan Bapak Presiden untuk ‘gas full’, kami bersurat ke Kapolri. Kalau benar ya benar, kalau salah ya salah, tidak usah remang-remang,” tegas Amran.
Reformasi Tata Niaga Ayam-Telur & Program Pesantren Mandiri Pangan
Aspirasi peserta turut menyoroti sektor peternakan ayam dan telur yang ditenggarai dikuasai kartel besar hingga 80 persen. Mentan Amran mengungkapkan pemerintah sedang menyiapkan model tata niaga baru: BUMN memperkuat sektor hulu (pakan dan bibit/DOC), sementara rakyat kecil didorong menguasai sektor hilir. Targetnya, setiap pulau di Indonesia dapat mandiri protein dan pangan.
Di akhir dialog, Mentan Amran kembali mengajak pondok pesantren memanfaatkan program bantuan gratis dari pemerintah—mulai dari pengolahan lahan tanpa biaya hingga pembagian bibit kopi, kakao, kelapa, tebu, dan mente—sebagai bagian dari pengembangan 870 ribu hektare perkebunan strategis nasional.







