Beranda / News / Gerak Cepat Mentan Amran Kirim Bantuan Pangan 75,4 milyar untuk bencana di NTT

Gerak Cepat Mentan Amran Kirim Bantuan Pangan 75,4 milyar untuk bencana di NTT

Mentan Amran Sulaiman bergerak cepat salurkan 5.386 ton beras senilai Rp75,4 miliar untuk warga terdampak gempa di 4 kabupaten Nusa Tenggara Timur.

KKSSNews.com, Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang menimpa wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sesaat setelah menerima informasi bencana, Mentan Amran langsung menginstruksikan Perum Bulog untuk mengonsolidasikan dan menyalurkan bantuan pangan ke lokasi terdampak.

Pemerintah menyiapkan total bantuan beras sebanyak 5.386 ton dengan nilai mencapai Rp75,4 miliar untuk disalurkan ke empat kabupaten di NTT, yang mencakup bantuan darurat bencana serta bantuan pangan reguler.

“Dalam kondisi seperti ini, negara hadir dan bergerak cepat. Kami pastikan bantuan beras disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur,” tegas Mentan Amran, Minggu (16/8/2026).

Rincian Alokasi Bantuan di 4 Kabupaten Terdampak

Bantuan beras disebarkan ke empat daerah prioritas, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Sikka.

Khusus untuk tanggap darurat bencana, dialokasikan sebanyak 200,35 ton beras guna memenuhi kebutuhan mendesak warga di lokasi pengungsian.

Berikut adalah rincian penyaluran bantuan di tiap daerah:

  • Kabupaten Manggarai: 31,63 ton (bantuan bencana) & 1.799 ton (bantuan pangan reguler).

  • Kabupaten Manggarai Timur: 153 ton (bantuan bencana) & 1.661 ton (bantuan pangan reguler).

  • Kabupaten Ngada: 8,06 ton (bantuan bencana) & 444,21 ton (bantuan pangan reguler).

  • Kabupaten Sikka: 6,88 ton (bantuan bencana) & 1.281,36 ton (bantuan pangan reguler).

Jamin Ketersediaan Pangan Pasca Tanggap Darurat

Mentan Amran memastikan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah dan Perum Bulog terus diperkuat agar distribusi pangan dapat menembus daerah-daerah terisolasi yang sulit diakses akibat kerusakan infrastruktur gempa.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawalan bantuan pangan reguler agar ketersediaan pangan warga tetap terjaga meskipun masa tanggap darurat telah berakhir.

“Penanganan pangan dalam situasi bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kita juga harus memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan setelah masa tanggap darurat. Kita ingin memastikan tidak ada masyarakat terdampak yang merasa sendirian. Negara hadir sampai kondisi masyarakat kembali pulih,” pungkas Mentan Amran.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *