Beranda / Nasional / Mentan Amran Lepas Ekspor 1.000 Ton Beras ke Malaysia dari Kediaman: Hemat Anggaran demi Petani

Mentan Amran Lepas Ekspor 1.000 Ton Beras ke Malaysia dari Kediaman: Hemat Anggaran demi Petani

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbicara kepada media saat pelepasan ekspor perdana beras ke Malaysia di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

KKSSNews.com, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memilih lokasi yang tidak biasa untuk menggelar pelepasan rencana ekspor perdana 1.000 ton beras premium ke Malaysia.

Acara tersebut dilaksanakan langsung di rumah kediamannya, bukan di hotel bintang lima sebagaimana lazimnya seremoni pejabat negara.

Langkah ini diambil Mentan Amran sebagai bentuk komitmen nyata terhadap arahan efisiensi anggaran dari Presiden Prabowo Subianto, guna memastikan setiap rupiah dana negara dialokasikan secara produktif untuk kepentingan para petani di lapangan.

Amran mengungkapkan bahwa agenda ekspor awalnya direncanakan berlangsung di hotel.

Namun, demi menghemat waktu dan memangkas anggaran yang tidak perlu, ia memutuskan mengalihkan seluruh rangkaian acara ke kediaman pribadinya yang selama ini juga kerap difungsikan sebagai ruang kerja maraton.

“Persoalan waktu dan efisiensi. Biasanya pengusaha kan cari yang efisien, kalau di sini sangat efisien. Rumah ini tempat kami jadikan kantor juga. Jam 5 subuh rapat pupuk di sini, jam 7 ke kantor sampai sore, lalu lanjut lagi di sini sampai jam 10 malam,” ujar Mentan Amran, Jumat (14/8/2026).

Pangkas Biaya Seremoni, Dialihkan untuk Pupuk dan Benih

Mentan Amran menegaskan bahwa prinsip efisiensi yang diusung pemerintah bukan sekadar formalitas. Penghematan dari biaya sewa hotel, bunga ucapan, hingga pemandu acara (MC) jauh lebih bermanfaat jika disalurkan langsung menjadi bantuan riil bagi masyarakat tani.

“Tidak boleh lagi di hotel. Kita hilangkan biaya seminar di hotel, tanda tangan seremoni, gunting pita, tidak ada. Lebih baik biaya seremoni dan biaya cipika-cipiki ini dipakai untuk belikan benih dan pupuk untuk petani. Itulah arahan efisiensi dari Bapak Presiden Prabowo,” tegasnya.

Tembus Pasar Malaysia: Potensi Ekspor 200 Ribu Ton Per Tahun

Penghematan anggaran di tingkat birokrasi ini berjalan selaras dengan capaian kedaulatan pangan nasional. Keberhasilan Indonesia menjaga pasokan beras domestik membuka ruang bagi penetrasi pasar internasional.

Dalam tahap awal, Indonesia menyepakati pengiriman 1.000 ton beras premium ke Malaysia dengan nilai kesepakatan harga sekitar Rp17.000 per kilogram. Pengiriman ini merupakan pintu pembuka dari potensi kerja sama suplai beras mencapai 200.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan Sarawak.

“Yang terpenting harganya sudah sepakat di angka Rp17.000 per kilo. Ekspor ini adalah langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani kita melalui perluasan pasar berdaya jual tinggi,” jelas Amran.

Mengakhiri penjelasannya, Mentan Amran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo, para petani, penyuluh (PPL), jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang konsisten mengawal swasembada pangan.

“Capaian dan ekspor ini bukan hasil kerja saya sendiri, tapi hasil kerja keras kita bersama sebagai anak bangsa,” pungkas Mentan Amran.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *