Beranda / News / Dari Krisis Menuju Swasembada: Indonesia Hentikan Impor Beras Medium dan Catat CBP Tertinggi Sepanjang Sejarah

Dari Krisis Menuju Swasembada: Indonesia Hentikan Impor Beras Medium dan Catat CBP Tertinggi Sepanjang Sejarah

Pertanian Indonesia

KKSSNews.com – Memasuki 81 tahun Proklamasi Kemerdekaan, Indonesia mencatatkan lompatan bersejarah di sektor pangan.

Setelah sempat tertekan gelombang El Niño ekstrem yang memicu impor beras pada kurun 2023–2024, Indonesia kini resmi membalikkan keadaan.

Pemerintah berhasil meningkatkan produksi nasional, menghentikan total impor beras medium, serta membukukan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan Nilai Tukar Petani (NTP) tertinggi dalam sejarah.

Capaian ini menegaskan kembali swasembada pangan sebagai simbol baru kedaulatan bangsa di tengah ancaman krisis pangan dan ketidakpastian geopolitik global.

Rekor Produksi Nasional dan Pengakuan FAO

Transformasi hulu-hilir pertanian yang digenjot Kementerian Pertanian (Kementan) mulai membuahkan hasil signifikan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai 34,69 juta ton, melonjak 13,29 persen dari tahun sebelumnya.

Tren positif berlanjut pada 2026. Proyeksi BPS periode Januari–September 2026 mencatat produksi padi mencapai 49,84 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan estimasi hasil beras sebesar 28,71 juta ton.

Di tingkat global, laporan Food Outlook dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memproyeksikan produksi beras dunia musim 2026/2027 justru merosot menjadi 552,4 juta ton.

Namun sebaliknya, FAO mengestimasi produksi beras Indonesia mencapai 38,6 juta ton, mengukuhkan posisi Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat dunia (di bawah India, China, dan Bangladesh) sekaligus yang terbesar di kawasan ASEAN.

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Tembus Rekor Kesejarahan

Lompatan produksi ini berimbas langsung pada benteng ketahanan pangan nasional. Hingga akhir Juli 2026, stok pangan nasional berada pada posisi sangat aman:

  • Cadangan Beras Pemerintah (CBP): Dikelola Perum Bulog mencapai 5,25 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

  • Potensi Tanaman Sawah (Standing Crop): Diperkirakan setara 10 juta ton beras.

  • Stok Komunitas: Cadangan di tingkat rumah tangga, penggilingan, pedagang, hingga industri hotel/restoran mencapai sekitar 10 juta ton.

Kesejahteraan Petani Meningkat: NTP Tertinggi dalam 34 Tahun

Keberhasilan program modernisasi, kemudahan akses pupuk bersubsidi, dan stabilisasi harga gabah ber dampak positif pada perekonomian petani.

BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) per Juli 2026 menyentuh angka 127,84, yang merupakan rekor tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja jajaran Kementan dalam mewujudkan target kedaulatan pangan lebih cepat dari perkiraan awal.

“Saya beri tugas swasembada pangan dalam empat tahun, beliau bisa hasilkan dalam satu tahun. Saya ucapkan terima kasih,” puji Presiden Prabowo.

Menanggapi pencapaian tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk terus mengawal ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah, arahan Bapak Presiden mulai membuahkan hasil. Target kami bukan hanya swasembada. Produksi harus terus meningkat, kesejahteraan petani harus semakin baik, harga pangan tetap stabil, dan Indonesia semakin kokoh sebagai negara yang berdaulat di bidang pangan,” tegas Mentan Amran.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *