Home / News / Mentan Amran Borong Inovasi ITS di Sidoarjo: Borong Benih Jagung Rp10 Miliar Hingga Traktor Amfibi

Mentan Amran Borong Inovasi ITS di Sidoarjo: Borong Benih Jagung Rp10 Miliar Hingga Traktor Amfibi

KKSSNews.com, Sidoarjo – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terbang ke Jawa Timur untuk mengunjungi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Cabang Buncitan, Sidoarjo, Rabu (22/7/2026).

Kunjungan kerja pada pagi hari tersebut ditandai dengan aksi Mentan yang memborong berbagai hasil inovasi karya anak bangsa, mulai dari benih jagung unggul senilai Rp10 miliar, traktor amfibi listrik, hingga alat pemanjat kelapa.

Langkah konkret ini merupakan bentuk tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar instansi pemerintah memprioritaskan penggunaan produk dan riset dari perguruan tinggi guna mendukung pembangunan nasional.

Mentan Amran menegaskan bahwa inovasi riset kampus harus diberi ruang luas agar dapat dihilirisasi secara langsung dan memberi manfaat nyata bagi petani di lapangan.

“Hari ini, pagi hari ini kami bangga pada Pak Rektor ITS. Luar biasa, beliau kami lihat langsung karya anak bangsa. Ada benih unggul jagung produksinya 10 ton per hektare. Kemudian ada alat panjat kelapa. Kemudian ada traktor amfibi. Bisa di upland bekerja, juga bisa di rawa,” kata Mentan Amran di Sidoarjo.

Transaksi Rp10 Miliar dan Distribusi Benih Gratis

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Pertanian langsung memborong benih jagung hibrida karya ITS yang ditujukan untuk areal tanam seluas 13.000 hektare. Seluruh benih tersebut nantinya akan dibagikan secara cuma-cuma kepada para petani.

Amran menambahkan, peningkatan produktivitas jagung hingga 10 ton per hektare melalui penggunaan benih unggul ini bakal mendongkrak produksi nasional secara signifikan tanpa perlu memperluas atau membuka lahan baru.

Selain benih, Kementan juga merealisasikan pembelian traktor amfibi—yang fleksibel beroperasi di lahan rawa maupun kering—serta mesin panjat kelapa guna meningkatkan efisiensi dan keselamatan para petani.

“Tahun lalu kita pesan bahwa kami butuh traktor amfibi, kami butuh alat panjat kelapa. Kasihan petani-petani kita setengah mati panjat kelapa. Tingginya sampai 20 meter, bahkan ada yang 25 meter. Nah ini kita gunakan mesin. Kalau gunakan mesin, produktivitasnya tinggi. Kita adalah produsen kelapa terbesar dunia. Nah ini yang kita dorong, kemudian hilirisasinya,” terang Mentan.

Kesiapan Riset ITS dan Komitmen Swasembada Pangan

Pemulia benih jagung hibrida ITS, Dr. Muryono, mengonfirmasi bahwa varietas benih MTE 09 yang dikembangkan timnya siap diproduksi secara massal dan siap didistribusikan untuk musim tanam bulan Oktober mendatang.

Muryono menjelaskan, jika didampingi standar operasional prosedur (SOP) budidaya yang tepat, varietas ini berpotensi menghasilkan hingga 20 ton per hektare dengan minimal dua tongkol di setiap tanaman.

“Kami confident untuk penyediaan benih dan siap menyediakan kebutuhan tanam mulai Oktober. Kami juga akan melakukan pengawalan langsung sampai ke petani agar penerapan SOP budidayanya berjalan optimal,” ungkap Muryono.

Sementara itu, Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah sigap Kementan dalam menyerap hasil inovasi civitas akademika.

Ia menegaskan bahwa ITS berkomitmen penuh mendampingi pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional lewat mekanisasi serta modernisasi teknologi pertanian.

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *