Home / News / Benteng Pangan Kita Kuat! Mentan Amran Pastikan Stok Beras Melimpah Hadapi Ancaman El Nino

Benteng Pangan Kita Kuat! Mentan Amran Pastikan Stok Beras Melimpah Hadapi Ancaman El Nino

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau langsung gudang Perum Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026). humas Kementan

KKSSNews.com, Makassar — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi potensi dampak fenomena iklim El Nino tahun 2026.

Meski cuaca ekstrem panas mulai dirasakan di berbagai wilayah, ketahanan pangan nasional saat ini berada pada posisi paling tangguh sepanjang sejarah kemerdekaan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik.

Keyakinan ini didasari oleh data stok beras pemerintah yang kini menyentuh angka 4,5 juta ton pada awal April 2026—sebuah rekor tertinggi bagi Republik Indonesia.

Pengalaman Mengelola Krisis Iklim

Mentan Amran mengakui adanya potensi gangguan produksi akibat cuaca panas ekstrem.

Namun, ia menekankan bahwa pemerintah telah memiliki “jam terbang” yang mumpuni dalam memitigasi dampak El Nino, merujuk pada keberhasilan pengelolaan krisis serupa pada tahun 2015, 2023, dan 2024.

“Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman tahun 2015, 2023, 2024. Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka, 4,5 juta ton. Insya Allah dalam 10 hingga 20 hari ke depan bisa menyentuh 5 juta ton,” ujar Mentan Amran usai meninjau gudang Bulog di Makassar, Minggu (5/4/2026).

Kalkulasi Stok: Jaminan Aman 11 Bulan

Dalam penjelasannya, Amran memaparkan rincian ketersediaan pangan yang tidak hanya terpaku pada gudang Bulog, tetapi juga tersebar di berbagai sektor strategis:

  • Sektor Horeka (Hotel, Restoran, Kafe/Katering): Sekitar 12,5 juta ton.

  • Standing Crop (Tanaman Siap Panen): Sekitar 11 juta ton.

  • Total Ketersediaan: Mencapai 23 juta ton (di luar cadangan pemerintah).

Dengan total ketersediaan tersebut, Mentan memberikan jaminan bahwa kebutuhan pangan rakyat Indonesia akan terpenuhi jauh melampaui periode puncak kekeringan yang diprediksi berlangsung selama enam bulan.

“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia aman. Sedangkan kekeringan diprediksi 6 bulan. Berarti kita sangat aman,” tegasnya.

Senjata Mitigasi: Pompanisasi dan Optimasi Lahan Rawa

Kementan tidak hanya mengandalkan stok di gudang, tetapi juga memperkuat “benteng” produksi di lapangan.

Strategi pompanisasi menjadi senjata utama untuk menyuplai air ke lahan-lahan pertanian yang terancam kekeringan.

“Aku tambah pompanisasi, mudah-mudahan mencapai 40 ribu unit. Jadi semakin kuat. Kita juga lakukan optimasi lahan (Oplah) rawa, kita perbaiki irigasinya. Yang dulu tanam 1 kali, sekarang jadi 2 sampai 3 kali setahun,” jelas Amran.

Langkah-langkah teknis ini diambil untuk memastikan bahwa meskipun El Nino melanda, denyut produksi di sawah-sawah petani tetap terjaga dengan pasokan air yang terukur.

Buah Kolaborasi dan Gagasan Besar Presiden

Capaian melimpahnya stok pangan ini, menurut Amran, merupakan buah dari kolaborasi lintas sektoral yang menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para petani sebagai pahlawan pangan, serta dukungan dari TNI, Polri, Kejaksaan, dan rekan-rekan media.

“Inilah buah gagasan besar Bapak Presiden. Beliau membuat gagasan besar, kita kolaborasi di bawah, bekerja bersama-sama. Di saat geopolitik dunia memanas, Alhamdulillah kita tenang-tenang saja karena harga pangan baik dan stok melimpah,” pungkasnya.

Dengan mitigasi yang terukur dan cadangan yang melimpah, Indonesia optimis mampu melewati tantangan iklim El Nino tanpa harus mengorbankan stabilitas pangan nasional.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *