KKSSNews.com, Makassar – Ajang Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI yang digelar pada 25–27 Maret 2026 di Hotel Claro Makassar berlangsung meriah dan penuh makna.
Ribuan tokoh nasional, kepala daerah, serta pelaku usaha dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul dalam forum strategis yang kini semakin berpengaruh dalam peta ekonomi nasional.
Kegiatan tahunan yang mempertemukan diaspora Bugis Makassar ini tidak lagi sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi telah berkembang menjadi ruang kolaborasi ekonomi, investasi, dan penguatan jaringan bisnis lintas daerah bahkan internasional.
Dihadiri Tujuh Gubernur dari Berbagai Daerah
Salah satu sorotan utama dalam PSBM XXVI adalah kehadiran tujuh gubernur yang memiliki kedekatan emosional maupun historis dengan Sulawesi Selatan.
Kehadiran mereka mempertegas posisi PSBM sebagai forum lintas wilayah yang strategis.
Ketujuh gubernur tersebut antara lain:
- Andi Sudirman Sulaiman
- Andi Sumangerukka
- Sherly Tjoanda
- Yulius Selvanus Komaling
- Apolo Safanpo
- Zainal Arifin Paliwang
- Rudy Mas’ud
Selain para gubernur, sejumlah bupati dan kepala daerah lainnya juga turut hadir, termasuk dari luar Sulawesi Selatan yang memiliki keterikatan dengan daerah tersebut.
Menteri dan Wakil Menteri Turut Meramaikan
Kehadiran pejabat tinggi negara semakin memperkuat bobot forum ini. Beberapa di antaranya adalah:
- Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat Ketua Umum KKSS
- Nasaruddin Umar
- Veronica Tan
- Dzulfikar Ahmad Tawalla
Partisipasi para pejabat ini menunjukkan bahwa PSBM telah menjadi forum strategis yang mampu menjembatani kepentingan pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Tokoh Nasional dan Pengusaha Hadir
Sejumlah tokoh nasional juga terlihat menghadiri pembukaan acara. Di antaranya:
- Aksa Mahmud
- Tamsil Linrung
- Andi Yuslim Patawari
Sementara itu, Jusuf Kalla tidak dapat hadir karena tengah menjalankan misi perdamaian di Thailand. Salah satu inisiator PSBM lainnya, Alwi Hamu, juga telah wafat sebelumnya.
3.000 Saudagar Ikut Ambil Bagian
Ketua Panitia, Ibnu Munzir, menyampaikan bahwa sekitar 3.000 saudagar Bugis Makassar dari berbagai sektor usaha turut berpartisipasi dalam PSBM 2026.
Menurutnya, PSBM kini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga ruang konkret untuk membangun kemitraan bisnis.
“Selain forum pleno, kami menghadirkan konsep baru berupa kelas business matching untuk mempertemukan langsung pelaku usaha,” ujarnya.
Konsep ini memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara investor, produsen, dan buyer sehingga peluang kerja sama dapat terealisasi lebih cepat.
Fokus Dorong Ekspor Kopi Sulawesi Selatan
Salah satu agenda utama dalam PSBM tahun ini adalah pengembangan komoditas unggulan daerah, khususnya kopi Sulawesi Selatan.
Melalui forum business matching, panitia mempertemukan produsen kopi, penjual, serta pembeli dari dalam dan luar negeri.
Langkah ini bertujuan membuka akses pasar ekspor yang lebih luas bagi produk lokal.
Tidak hanya sebatas diskusi, forum ini juga mendorong penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal ekspor kopi Sulawesi Selatan ke pasar internasional.
PSBM Kian Strategis bagi Ekonomi Nasional
Dengan skala kehadiran yang besar dan partisipasi berbagai pihak, PSBM XXVI semakin menegaskan perannya sebagai forum strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi nasional.
Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan diaspora diharapkan mampu:
- Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
- Memperkuat sektor UMKM
- Meningkatkan investasi
- Memperluas akses pasar global
Ke depan, PSBM diproyeksikan akan terus berkembang sebagai platform penting dalam membangun kekuatan ekonomi berbasis jaringan diaspora, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.







