Peserta Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI (PSBM) mulai berdatangan ke Kota Makassar dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebagian peserta merayakan Lebaran di kampung halaman masing-masing sebelum bertolak ke Makassar, sementara lainnya tiba setelah perayaan Idul Fitri.
Kehadiran para saudagar Bugis-Makassar ini diawali dengan proses registrasi yang berlangsung tertib dan terorganisir.
Momentum registrasi tersebut juga menjadi ajang awal bagi para peserta untuk saling berinteraksi dan mempererat hubungan dalam suasana penuh keakraban.
Pada hari ini, Rabu (26/3), proses registrasi peserta dipusatkan di Hotel Claro Makassar.
Panitia telah menyiapkan berbagai kebutuhan peserta, mulai dari kartu tanda peserta hingga bahan materi pertemuan, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar.
Ketua Panitia, Ibnu Munzir, menyampaikan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi.
Menurutnya, tahap registrasi menjadi langkah awal penting agar seluruh peserta dapat mengikuti agenda PSBM secara optimal.
“Registrasi ini menjadi langkah awal agar seluruh rangkaian kegiatan PSBM dapat diikuti dengan baik,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kesiapan panitia saat ini telah mencapai sekitar 95 persen.
Salah satu peserta, M. Said yang merupakan Ketua BPW Papua Barat Daya, hadir bersama rombongan dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).
Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sekaligus menjalin kolaborasi dengan pelaku usaha dari berbagai wilayah.
Menurutnya, PSBM merupakan momentum strategis untuk memperkuat kerja sama ekonomi antar daerah.
Sementara itu, Ketua BPW Jawa Tengah, Musdalifa Pangka, menegaskan bahwa pertemuan ini harus menghasilkan langkah nyata.
“PSBM harus menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan kerja sama konkret, bukan sekadar ajang berkumpul,” tegasnya. Ia juga menyatakan kesiapan wilayah Jawa Tengah untuk memfasilitasi kemitraan usaha lintas daerah.
Sebagai agenda yang rutin digelar di Makassar, Pertemuan Saudagar Bugis Makassar diharapkan terus menjadi wadah strategis dalam mempertemukan para pelaku usaha, memperluas jaringan bisnis, serta mendorong kolaborasi ekonomi baik di tingkat nasional maupun internasional.







