KKSSNews.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan jaminan kuat terkait ketahanan pangan nasional di tengah ancaman kekeringan dan ketidakpastian geopolitik global.
Dalam rapat koordinasi yang digelar Minggu (8/3/2026), Mentan memastikan bahwa stok pangan, khususnya beras, berada dalam posisi yang sangat aman untuk jangka panjang.
Berdasarkan data terbaru, total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton.
Jumlah ini dinilai sangat melimpah untuk memenuhi kebutuhan seluruh rakyat Indonesia.
Ketahanan Pangan Tembus 324 Hari
Mentan Amran memaparkan bahwa dengan total stok yang ada, Indonesia memiliki cadangan pangan yang sanggup bertahan hingga 10,8 bulan ke depan.
Kondisi ini didukung oleh produksi bulanan yang konsisten berada di angka 2,6 hingga 5,7 juta ton, melampaui rata-rata konsumsi nasional sebesar 2,59 juta ton per bulan.
Rincian stok beras nasional per Maret 2026:
-
Stok Perum Bulog: 3,76 Juta Ton.
-
Stok Masyarakat: 12,50 Juta Ton.
-
Standing Crop (Siap Panen): 11,73 Juta Ton.
“Total stok beras kita cukup untuk 324 hari ke depan. Produksi kita tetap terjaga dan pasokan domestik sangat kuat. Masyarakat tidak perlu khawatir meski ada dinamika geopolitik maupun potensi El Niño,” tegas Mentan Amran di Kantor Pusat Kementan, Jakarta.
Pompanisasi Massif: Antisipasi Kekeringan di 2,2 Juta Hektare
Menghadapi musim kering, pemerintah tidak tinggal diam. Program Pompanisasi menjadi senjata utama untuk mengamankan produksi di lahan tadah hujan.
Setelah sukses menjangkau 1,2 juta hektare tahun lalu, Mentan menambah target 1 juta hektare lagi pada tahun ini.
Selain itu, Kementan juga menyiapkan tambahan Irigasi Perpompaan (Irpom) untuk 1 juta hektare lahan lainnya.
Langkah ini memastikan air tetap mengalir ke sawah-sawah petani meskipun curah hujan menurun drastis.
Bonus Bagi Petani: Harga Pupuk Turun 20 Persen
Kabar gembira lainnya datang dari sektor input pertanian. Mentan Amran mengonfirmasi bahwa ketersediaan pupuk nasional saat ini sangat mencukupi, bahkan mengalami penurunan harga yang signifikan.
“Pupuk cukup dan harganya turun sekitar 20 persen. Ini adalah motivasi besar bagi petani untuk terus menanam. Selain beras, komoditas seperti ayam dan telur juga mengalami surplus,” imbuhnya.
Optimisme Panen Raya
Pemerintah memprediksi stok beras pemerintah di Bulog akan terus merangkak naik hingga menembus angka 5 juta ton dalam dua bulan ke depan.
Hal ini seiring dengan masuknya puncak panen raya di berbagai daerah sentra produksi.
Dengan sinergi antara kesiapan infrastruktur air (pompanisasi), ketersediaan pupuk murah, dan stok yang melimpah, Kementan optimistis kedaulatan pangan Indonesia tetap kokoh di tengah tantangan iklim global tahun 2026.







