Home / News / Pesan Menyentuh Mentan Amran di Depan 3.000 Warga KKSS: Jangan Makan Hak Orang Lain, Itu Warisan Orang Tua Saya

Pesan Menyentuh Mentan Amran di Depan 3.000 Warga KKSS: Jangan Makan Hak Orang Lain, Itu Warisan Orang Tua Saya

KKSSNews.com, Jakarta – Suasana khidmat menyelimuti kediaman Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).

Di hadapan sekitar tiga ribu warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang hadir dalam acara buka puasa bersama, tokoh asal Bone ini menyampaikan pesan mendalam tentang integritas, persatuan, dan keberpihakan pada rakyat kecil.

Dalam balutan momentum Ramadan, Mentan Amran mengingatkan bahwa jabatan dan harta hanyalah “panggung sandiwara” yang akan ditinggalkan.

Integritas Tanpa Kompromi: Copot Pejabat Demi Rakyat Kecil

Mentan Amran menegaskan bahwa amanah sebagai menteri ia jalankan dengan keberpihakan penuh pada petani kecil.

Ia menceritakan pengalamannya saat menemukan petani yang masih mencangkul dengan alat seadanya, sementara bantuan alat mesin pertanian (alsintan) justru tertahan di gudang pemerintah daerah.

“Hati-hati, suara rakyat adalah suara Tuhan. Saya pernah temukan ibu-ibu mencangkul pakai kayu. Saat itu juga saya panggil Bupati dan Kepala Dinasnya. Saya tegaskan, jika bantuan tidak dikeluarkan hari itu juga, bantuan satu provinsi saya hentikan dan pejabatnya dicopot. Tidak ada kompromi untuk yang menzalimi rakyat kecil,” tegas Mentan Amran disambut riuh hadirin.

Filosofi Hidup: Jujur dan Tidak Membeda-bedakan

Berasal dari keluarga sederhana di pelosok desa, Amran mengungkapkan bahwa kekayaan dan jabatan tidak mengubah cara pandangnya terhadap sesama.

Ia mengaku selalu memosisikan diri setara, baik saat bertemu pejabat tinggi maupun petani kecil dan tukang becak di kampung halaman.

“Saya tidak mau membedakan orang karena harta. Di hadapan Allah kita semua sama. Pesan orang tua saya hanya satu: jangan pernah makan hak orang lain. Itulah satu-satunya warisan yang saya pegang teguh hingga hari ini,” ujarnya emosional.

Kekuatan 16 Juta Warga KKSS: Persatuan untuk Bangsa

Sebagai organisasi diaspora yang masif, Mentan Amran menilai KKSS memiliki potensi luar biasa untuk menentukan arah kebijakan nasional jika mampu menjaga persatuan.

  • Populasi: Sekitar 16 juta warga KKSS tersebar di seluruh Indonesia.

  • Pengaruh: Jika satu orang menginspirasi 10 orang lainnya, dampaknya mencapai 160 juta orang.

  • Pesan: “Jangan cari perbedaan, lihat sisi positifnya. Orang sukses tidak bisa berdiri sendiri. Jika dengan tetangga saja tidak rukun, jangan mimpi bisa membuat perubahan besar,” tambahnya.

Etos Kerja: Lakukan yang Terbaik dan Hindari Menipu

Menutup arahannya, Mentan Amran mengajak warga KKSS untuk mengubah nasib melalui perubahan pola pikir (mindset) dan kerja keras, mengutip Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d Ayat 11.

Ia mengingatkan agar setiap profesi dijalankan dengan niat ibadah dan kejujuran.

“Apapun pekerjaanmu, lakukan yang terbaik. Mau jual cendol, jadilah penjual cendol terbaik. Jangan ada niat menipu, karena menipu hamba Allah sama dengan menipu Tuhan. Itu tidak akan berkah,” pungkasnya.

Acara buka puasa ini menjadi momentum penguat tali silaturahmi warga Sulawesi Selatan di perantauan, sekaligus pengingat akan jati diri sebagai petarung yang jujur dan religius di manapun mereka berpijak.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *