KKSSNews.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengeluarkan instruksi keras bagi seluruh Kepala Dinas Pertanian di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Selasa (24/2/2026), Mentan menegaskan tidak ada ruang bagi daerah yang setengah hati dalam menjalankan program strategis nasional.
Langkah ini diambil untuk memastikan momentum swasembada pangan yang telah diraih Indonesia tetap terjaga dan berkelanjutan secara sistemis.
Apresiasi Sekaligus Evaluasi Ketat
Di hadapan jajaran Eselon I, II, dan Kepala Dinas se-Indonesia, Mentan Amran mengawali arahannya dengan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para “Pahlawan Pangan” yang telah mengangkat kehormatan Indonesia di mata dunia melalui swasembada.
Namun, apresiasi tersebut dibarengi dengan peringatan keras terkait progres cetak sawah dan optimalisasi lahan.
Mentan meminta laporan signifikan paling lambat akhir Maret 2026.
“Yang tidak serius, kabupaten yang tidak serius, tolong nolkan anggarannya. Sampaikan bahwa Menteri yang bertanggung jawab. Saya ingin negara ini berproduksi,” tegas Mentan Amran.
Cetak Sawah: Fondasi Swasembada Berkelanjutan
Mentan menekankan bahwa cetak sawah adalah kunci masa depan pangan Indonesia.
Setelah sukses mencetak sekitar 200 ribu hektare tahun lalu, target tahun 2026 ditingkatkan menjadi 250 ribu hektare.
Kombinasi antara cetak sawah baru dan optimalisasi lahan yang sudah ada diproyeksikan akan membangun sistem ketahanan pangan yang kokoh hingga beberapa tahun ke depan.
Optimisme Stok Beras Nasional: Potensi Tembus 6 Juta Ton
Selain evaluasi lahan, Mentan Amran memaparkan data menggembirakan mengenai serapan beras.
Berdasarkan pantauan harian, pengadaan beras pada Januari 2026 mengalami lonjakan tajam sebesar 78 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Jika tren ini konsisten selama tiga bulan ke depan, stok nasional diprediksi akan mencatat sejarah baru sejak Indonesia merdeka.
-
Proyeksi Stok: Berpotensi mencapai 6 juta ton.
-
Kenaikan Januari: 78% dari periode sebelumnya.
-
Status: Tertinggi dalam sejarah pengadaan pangan nasional.
Evaluasi Pasca-Lebaran: Pergeseran Anggaran April 2026
Mentan Amran memastikan bahwa bantuan dan anggaran puluhan triliun rupiah akan diprioritaskan bagi daerah dengan progres yang baik. Sebaliknya, daerah yang capaiannya rendah akan menghadapi penghentian anggaran atau dialihkan ke provinsi lain.
“Kita evaluasi nanti setelah Lebaran. April kita lakukan pergeseran anggaran besar-besaran. Bentuk cinta saya adalah jika Anda tidak sanggup, saya pindahkan anggarannya agar tidak menjadi beban di kemudian hari,” pungkasnya.
Fokus Multikomoditas dan Hilirisasi
Sesuai arahan Presiden, Kementerian Pertanian tidak hanya fokus pada padi, tetapi juga mempercepat swasembada kedelai dan bawang putih.
Di sektor lain, penguatan hilirisasi pada komoditas perkebunan unggulan seperti kakao, kopi, kelapa, lada, dan lainnya terus dipacu untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Melalui disiplin anggaran dan sinergi pusat-daerah, Kementan optimistis sistem pertanian Indonesia akan semakin tangguh, mewujudkan ketahanan pangan yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi berkelanjutan demi kesejahteraan petani Nusantara.







