Home / News / Mentan Amran Salurkan 100 Ton Beras untuk Warga Makassar di Awal Ramadan 1447 H

Mentan Amran Salurkan 100 Ton Beras untuk Warga Makassar di Awal Ramadan 1447 H

KKSSNews.com, Makassar Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan pribadi berupa 100 ton beras untuk masyarakat kurang mampu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Aksi sosial ini menjadi bentuk kepedulian nyata sekaligus wujud semangat gotong royong dalam memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang, berkecukupan, dan tanpa kesulitan pangan.

100 Ton Beras untuk Warga Kurang Mampu

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan bersama Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas).

Total 100 ton beras dikemas dalam 20 ribu karung masing-masing 5 kilogram, yang kemudian didistribusikan langsung kepada warga yang membutuhkan di berbagai wilayah Kota Makassar.

Sebagai Ketua Umum IKA Unhas, Mentan Amran menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan kepedulian sosial yang diharapkan dapat menguatkan solidaritas antarwarga, khususnya di bulan Ramadan.

“Silakan para alumni mencatat dan membagikan kepada tetangga atau keluarga yang benar-benar membutuhkan. Ramadan adalah momentum berbagi dan memperkuat kepedulian,” ujar Amran dalam Kick Off Bakti Sosial IKA Unhas di AAS Building, Makassar, Selasa (17/2/2026).

Ratusan Relawan Turun ke Lapangan

Penyaluran bantuan dilakukan secara terorganisir dengan melibatkan sekitar 200 alumni yang bertindak sebagai relawan.

Mereka bergerak langsung di lapangan berdasarkan pendataan masyarakat yang membutuhkan.

Distribusi dilakukan hingga malam hari agar bantuan dapat segera diterima oleh warga penerima manfaat tanpa menunggu waktu lama.

Langkah ini juga memastikan distribusi tepat sasaran dan merata di berbagai titik wilayah Makassar.

Pemerintah Gelontorkan Rp11 Triliun Bansos Ramadan

Selain bantuan pribadi, Mentan Amran juga menyampaikan bahwa pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto telah mengalokasikan sekitar Rp11 triliun untuk program bantuan sosial (bansos) selama Ramadan.

Dana tersebut digunakan untuk memperkuat daya beli masyarakat, menjaga stabilitas pasokan pangan, serta mengantisipasi potensi gejolak harga bahan pokok selama bulan suci.

“Pemerintah keluarkan kurang lebih Rp11 triliun bansos atas perintah Bapak Presiden. Ini untuk Ramadan,” tegasnya.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga keseimbangan ekonomi sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar di tengah meningkatnya konsumsi selama Ramadan.

Dorongan Solidaritas Sosial di Bulan Ramadan

Mentan Amran menegaskan bahwa penguatan solidaritas sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, organisasi sosial, dan individu.

Ia menilai Ramadan adalah momentum penting untuk memperkuat nilai kepedulian dan kebersamaan antarwarga.

“Alangkah indahnya kalau kita berbagi. Jangan biarkan ada kelaparan di antara saudara-saudara kita,” ujarnya.

Komitmen Berkelanjutan untuk Kegiatan Sosial

Lebih lanjut, Amran menyampaikan bahwa semangat berbagi tidak hanya dilakukan pada momen tertentu, tetapi akan terus menjadi bagian dari komitmennya, baik sebagai pejabat negara maupun melalui kegiatan sosial pribadi.

Ia menjelaskan bahwa dirinya juga memiliki yayasan yang bergerak di bidang sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau tidak ada yang membackup, saya upayakan secara pribadi. Ada yayasan yang dibangun untuk saudara-saudara kita. Nanti kalau saya tidak Menteri lagi, kerja saya seperti ini,” ungkapnya.

Menurutnya, berbagi merupakan bagian dari nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga, karena setiap rezeki yang dimiliki adalah amanah yang harus kembali memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *