Home / News / Harga Cabai Anjlok dari Rp120 Ribu ke Rp55 Ribu! Kementan Sukses “Jinakkan” Pasar Lewat Aksi Guyur Pasokan

Harga Cabai Anjlok dari Rp120 Ribu ke Rp55 Ribu! Kementan Sukses “Jinakkan” Pasar Lewat Aksi Guyur Pasokan

KKSSNews.com, Jakarta– Langkah taktis Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengintervensi pasar mulai membuahkan hasil nyata. Melalui Aksi Guyur Pasokan Cabai di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), harga cabai rawit merah yang sempat meroket hingga Rp120.000 per kilogram, kini berhasil diredam hingga menyentuh angka Rp55.000 per kilogram.

Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Kementan, Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI), Badan Pangan Nasional (Bapanas), hingga Satgas Pangan Polri.

Pasokan Masif dari Sentra Jawa Tengah dan Jawa Barat

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan bahwa pasokan cabai didatangkan secara terjadwal dari berbagai lumbung produksi utama di Pulau Jawa.

“Pasokan hari ini sekitar 980 kilogram berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Besok, insyaallah akan datang lagi kiriman dari Bandung, Sumedang, dan Cianjur,” ujar Agung dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).

Skema harga dalam aksi ini dirancang sangat ketat untuk memutus rantai spekulan:

  • Harga di Tingkat Petani: Rp50.000/kg

  • Harga di Pasar Induk (PIKJ): Rp55.000/kg

  • Target Harga Konsumen: Maksimal Rp65.000/kg

Intervensi Selama 14 Hari hingga Harga Benar-Benar Stabil

Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan bahwa stok cabai rawit merah secara nasional sebenarnya berada dalam kondisi surplus.

Penambahan pasokan ke PIKJ dilakukan untuk menormalisasi harga tanpa harus mengorbankan kesejahteraan petani.

“Aksi Guyur Pasokan ini akan berlangsung selama 14 hari ke depan atau sampai harga benar-benar stabil di pasaran. Kami akan mengawal penuh suplai dari sentra produksi ke pasar induk,” tegas Taufiq.

Senada dengan itu, Direktur SPHP Bapanas, Maino, menekankan bahwa PIKJ dipilih sebagai sasaran utama karena fungsinya sebagai barometer harga nasional.

Jika harga di PIKJ terkendali, maka harga di pasar-pasar eceran Jabodetabek secara otomatis akan ikut melandai.

Visi Mentan Amran: Petani Untung, Konsumen Tersenyum

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berulang kali mengingatkan jajarannya agar tidak lengah dalam menjaga stabilitas pangan, terutama saat mendekati Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Pemerintah akan terus melakukan upaya terbaik. Targetnya jelas: petani harus tetap untung dengan margin yang layak, dan di sisi lain, konsumen bisa tersenyum karena harga terjangkau,” ujar Mentan Amran.

Sinergi Lintas Sektor Demi Ketahanan Pangan

Keberhasilan “menjinakkan” harga cabai ini tak lepas dari peran Satgas Pangan Bareskrim Polri dan Paguyuban Pedagang PIKJ yang memastikan distribusi berjalan lancar tanpa hambatan.

Dengan harga yang kini lebih bersahabat, masyarakat diharapkan dapat menyambut momentum Ramadan dengan lebih tenang.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau pergerakan harga harian dan siap melakukan tindakan serupa pada komoditas pangan strategis lainnya jika terjadi fluktuasi yang tidak wajar di lapangan.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *