KKSSNews.com, Jakarta– Kabar melegakan bagi para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner. Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di wilayah Jawa Barat berada dalam kondisi sangat aman untuk menghadapi lonjakan permintaan menjelang Bulan Suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah (2026).
Berdasarkan data terbaru, produksi cabai di tanah Pasundan tercatat mengalami surplus besar, sehingga tidak hanya cukup untuk kebutuhan lokal, tetapi juga siap menyangga pasokan antarwilayah, termasuk ke ibu kota.
Data Neraca Pangan: Surplus Puluhan Ribu Ton
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan langkah strategis untuk mengawal produksi dan distribusi di daerah sentra utama.
“Kementerian Pertanian terus melakukan langkah-langkah strategis untuk memastikan ketersediaan cabai. Penguatan produksi di daerah sentra dan koordinasi lintas sektor kami lakukan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi secara optimal,” tegas Mentan Amran.
Berdasarkan proyeksi neraca pangan Jawa Barat, berikut adalah rincian ketersediaan cabai pada periode krusial:
1. Cabai Rawit (CR)
-
Februari 2026: Produksi 34.463 ton vs Kebutuhan 16.578 ton (Surplus 17.885 ton).
-
Maret 2026: Produksi 78.963 ton vs Kebutuhan 23.946 ton (Surplus 55.018 ton).
2. Cabai Merah Besar (CB)
-
Februari 2026: Produksi 32.398 ton vs Kebutuhan 23.858 ton (Surplus 8.540 ton).
-
Maret 2026: Produksi 38.703 ton vs Kebutuhan 27.740 ton (Surplus 10.962 ton).
Sentra Utama: Bandung, Garut, dan Sumedang Siap Panen
Kelimpahan stok ini didukung oleh luas panen yang masif di tiga kabupaten lumbung cabai Jawa Barat. Tim lapangan mencatat fondasi kuat pasokan berasal dari:
-
Kabupaten Garut: 485 Hektare
-
Kabupaten Bandung: 400 Hektare
-
Kabupaten Sumedang: 250 Hektare
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muh. Agung Sunusi, menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah dan “Champion Cabai” (petani penggerak) menjadi kunci stabilitas ini.
“Dengan dukungan luas panen dan peran aktif champion, kami optimistis kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Strategi Petani: Pola Tanam Berjenjang
Para petani di daerah sentra telah menerapkan teknologi dan pola tanam yang cerdas untuk menghindari kelangkaan.
Juhara, Champion Cabai Kabupaten Bandung, menjelaskan bahwa saat ini lahan cabai sedang dalam fase produktif.
“Kami menerapkan pola tanam berjenjang sehingga panen berlangsung terus-menerus tanpa jeda. Kami optimistis pasokan aman hingga Idulfitri,” kata Juhara.
Hal senada disampaikan Kang Sumarna, Champion Cabai Kabupaten Garut. Meski menghadapi tantangan iklim, produktivitas lahan di Garut tetap berada pada tren positif.
Petani berkomitmen menjaga kualitas hasil panen demi mendukung stabilitas harga di pasar.
Imbauan Menjaga Stabilitas
Meski stok melimpah, Kementan tetap mengimbau kepada pemerintah daerah, pelaku usaha, dan distributor untuk menjaga kelancaran rantai pasok.
Konsistensi produksi dan distribusi yang sehat diharapkan dapat mencegah spekulasi harga di tingkat konsumen, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang.
Dengan surplus yang mencapai puluhan ribu ton di Jawa Barat, “pedasnya” harga cabai diharapkan tidak menjadi beban bagi masyarakat di Hari Besar Keagamaan Nasional tahun ini.







