Home / News / Stok Bawang Merah Melimpah! Panen Raya Cirebon Jadi Benteng Pangan Jelang Ramadan & Lebaran 2026

Stok Bawang Merah Melimpah! Panen Raya Cirebon Jadi Benteng Pangan Jelang Ramadan & Lebaran 2026

Panen raya bawang merah di Kabupaten Cirebon.

KKSSNews.com, Cirebon – Kabar baik bagi masyarakat Indonesia menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan bawang merah nasional dalam kondisi aman dan terkendali.

Kepastian ini diperkuat dengan berlangsungnya panen raya di Kabupaten Cirebon yang tetap produktif meski dihantam cuaca ekstrem.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah terus mengawal keseimbangan antara produksi di tingkat petani dan harga di tingkat konsumen guna menjaga kekhusyukan ibadah masyarakat selama hari besar keagamaan.


Cirebon Lawan Cuaca Ekstrem: Produktivitas Lampaui Ekspektasi

Meskipun curah hujan di wilayah Jawa Barat cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir, produktivitas bawang merah di Kecamatan Pangenan, Cirebon, tercatat sangat luar biasa.

Berdasarkan pantauan lapangan, rata-rata panen masih mampu menyentuh angka 10 ton per hektare.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Agung Sunusi, memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini saat menghadiri panen raya di Desa Ender.

“Capaian Cirebon ini di atas ekspektasi. Di tengah cuaca ekstrem di mana hujan turun hampir setiap hari, angka 10 ton per hektare adalah hasil yang sangat luar biasa,” ujar Agung.

Sektor hortikultura, khususnya bawang merah, terbukti menjadi pendorong utama deflasi sebesar 0,15 persen pada Januari 2026.

Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan barang di pasar melimpah sehingga harga tetap stabil.

Strategi Tiada Lahan Tidur: Panen Ada, Tanam Ada

Keberhasilan Cirebon menjaga pasokan tak lepas dari penerapan pola tanam berkelanjutan sesuai arahan Mentan Amran.

Para petani di wilayah ini menerapkan prinsip “tanpa jeda”; begitu panen usai, lahan langsung diolah untuk penanaman kembali.

  • Lahan Siap Panen: Masih tersedia 350 hektare lahan yang siap panen hingga momen Lebaran tiba.

  • Lahan Tanam Baru: Terdapat sekitar 500 hektare lahan yang baru saja ditanami kembali.

  • Estimasi Produksi: Dengan luas 350 hektare, Cirebon diproyeksikan menyumbang minimal 3.500 ton bawang merah untuk mengamankan stok Ramadan.

Harga Ideal: Petani Untung, Konsumen Tenang

Dari sisi ekonomi, kondisi saat ini dinilai sangat ideal atau berada di “rel yang tepat”.

Berikut adalah rincian harga yang berlaku di lapangan:

Posisi Harga Kisaran Harga (per Kg)
Tingkat Petani Rp25.000
Kualitas Super Rp30.000
Tingkat Konsumen Rp35.000 (Target)

Dengan biaya produksi di kisaran Rp15.000 hingga Rp18.000 per kilogram, para petani masih mendapatkan margin keuntungan yang layak.

“Petaninya tersenyum, konsumennya juga tenang dan bisa fokus beribadah,” tambah Agung.

Tantangan Tata Niaga dan Harapan Petani

Meski produksi aman, terdapat beberapa catatan dari para pejuang pangan di lapangan. Ketua Kelompok Tani Makam Wada, Nashori, mengungkapkan bahwa selama ini bawang merah Cirebon kerap “diklaim” sebagai bawang Brebes karena dominasi tengkulak dalam rantai distribusi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni, menyatakan komitmennya untuk memperkuat identitas bawang Cirebon melalui:

  1. Penguatan Pascapanen: Memfasilitasi gudang penyimpanan dan sarana pengeringan.

  2. Permodalan: Mendorong akses pembiayaan yang lebih mudah bagi petani agar tidak bergantung pada tengkulak.

  3. Kawasan Sentra: Menjadikan Cirebon sebagai kawasan sentra mandiri yang memiliki nilai tambah daerah.

Kesimpulan

Dengan stok yang melimpah dari Cirebon dan wilayah penyangga lainnya, Mentan Andi Amran Sulaiman optimis stabilitas pangan strategis nasional tetap terjaga.

Kolaborasi antara teknologi tanam, ketangguhan petani, dan pengawasan distribusi menjadi kunci utama keberhasilan Indonesia menghadapi tantangan pangan di tahun 2026 ini.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *