Home / Nasional / Aksi Cepat Mentan Amran Gagalkan Bawang Ilegal Rp Miliaran di Semarang

Aksi Cepat Mentan Amran Gagalkan Bawang Ilegal Rp Miliaran di Semarang

KKSSNews.com – Sebanyak 6.171 karung atau sekitar 133,5 ton bawang bombay ilegal dimusnahkan di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah di Semarang, Senin (26/1/2026).

Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Semarang, Syahduddi, bersama sejumlah pejabat lintas instansi sebagai bagian dari penegakan hukum terhadap praktik penyelundupan pangan ilegal.

Bawang bombay tersebut merupakan hasil sitaan aparat dari upaya penyelundupan yang digagalkan di Pelabuhan Tanjung Emas pada Jumat (2/1/2026).

Diselundupkan dari Pontianak, Satu Tersangka Diamankan

Dari hasil penyidikan, polisi menetapkan seorang pria berinisial ABS sebagai tersangka utama dalam kasus ini.

Ia diduga menjadi aktor yang mengatur seluruh proses pengiriman bawang bombay ilegal dari Pelabuhan Trikora hingga ke Semarang.

“ABS inilah yang mengatur keseluruhan proses sehingga terjadi pengiriman bawang bombay ilegal tersebut,” ujar Syahduddi.

Pemusnahan barang bukti ini juga telah mendapatkan izin resmi dari Pengadilan Negeri Semarang tertanggal 21 Januari 2026.

Menurut pihak kepolisian, langkah pemusnahan dilakukan untuk menghindari risiko penumpukan, kerusakan, atau penyalahgunaan barang bukti, sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit yang mungkin terbawa dari komoditas ilegal tersebut.

Terbongkar dari Laporan Subuh ke Mentan Amran

Kasus besar ini ternyata bermula dari laporan masyarakat melalui kanal “Lapor Pak Amran” yang langsung ditindaklanjuti oleh Andi Amran Sulaiman pada dini hari.

Sekitar pukul 05.20 WIB, Mentan Amran menerima laporan mendesak bahwa bawang bombay ilegal sedang dalam perjalanan menuju Semarang.

“Waktu itu hari libur, kami langsung terima telepon. Dibilang mendesak, barang sudah mau berangkat ke Semarang. Saya putuskan tetap ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Meski sempat meragukan kebenaran laporan tersebut, Amran memilih untuk bertindak cepat guna mengantisipasi potensi kerugian besar bagi sektor pertanian nasional.

Koordinasi Cepat, Penyelundupan Gagal dalam Hitungan Jam

Menindaklanjuti laporan tersebut, Mentan Amran segera berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat TNI dan Polri di daerah.

Ia bahkan langsung menghubungi jajaran komando wilayah untuk memperketat pengawasan jalur distribusi.

“Kami tidak bisa kerja sendiri. Begitu ada laporan, langsung saya telepon semua. Kolaborasi itu kunci,” tegasnya.

Hasilnya, hanya dalam waktu sekitar enam jam setelah koordinasi dilakukan, aparat gabungan berhasil mengamankan tujuh truk bermuatan bawang bombay ilegal tanpa dokumen karantina resmi.

Diangkut Kapal dan Disamarkan dengan Terpal Berlapis

Berdasarkan laporan resmi aparat, komoditas ilegal tersebut diketahui masuk melalui jalur laut menggunakan Kapal Dharma Kartika VII dari Pontianak.

Setibanya di Semarang, bawang bombay tersebut diangkut menggunakan tujuh truk yang ditutup terpal berlapis untuk mengelabui petugas.

Seluruh kendaraan beserta muatannya kemudian diamankan di depo fumigasi milik karantina tumbuhan di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Ancaman Serius bagi Pertanian dan Ekonomi

Mentan Amran menegaskan bahwa praktik penyelundupan pangan ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan pajak, tetapi juga berpotensi membawa penyakit yang dapat merusak ekosistem pertanian nasional.

Selain itu, praktik ilegal seperti ini juga berdampak pada psikologi dan semangat produksi petani lokal yang harus bersaing dengan produk ilegal.

“Ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya dan diberi efek jera,” tegasnya.

Kolaborasi dan Peran Publik Jadi Kunci

Kasus ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas instansi serta partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Program “Lapor Pak Amran” dinilai efektif sebagai jalur komunikasi publik untuk melaporkan potensi pelanggaran di sektor pertanian.

Dengan keberhasilan pengungkapan kasus ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak memberi ruang bagi praktik impor ilegal pangan yang merugikan negara dan masyarakat.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *