KKSSNews.com, Jakarta — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 2026.
Kebijakan ini dilakukan dengan memastikan keseimbangan antara Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tetap terjaga.
Menurutnya, dengan kondisi stok pangan nasional yang kuat, tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga, khususnya pada komoditas strategis yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Fokus pada Komoditas Strategis
Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah bahan pokok penting seperti beras, gula, daging sapi, bawang merah, telur ayam, ayam ras, serta minyak goreng.
Seluruh komoditas tersebut dipastikan dalam kondisi aman, baik dari sisi stok maupun distribusi.
Kebijakan ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang melibatkan lintas kementerian, aparat penegak hukum, serta para pemangku kepentingan sektor pangan.
Dalam forum tersebut, pemerintah menekankan bahwa stabilitas pangan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga berhubungan langsung dengan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa.
Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Salah satu indikator utama yang menjadi dasar optimisme pemerintah adalah ketersediaan stok beras nasional yang saat ini mencapai sekitar 3,3 juta ton.
Angka ini disebut sebagai salah satu yang tertinggi dalam sejarah pada periode awal tahun.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan tidak ada ruang bagi kenaikan harga beras di atas HET.
Apalagi, dalam beberapa bulan ke depan, produksi beras diperkirakan meningkat seiring masuknya musim panen.
Kondisi ini menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha di sektor pangan.
Minyak Goreng dan Komoditas Lain Dipastikan Aman
Selain beras, pemerintah juga memastikan ketersediaan minyak goreng dalam kondisi sangat mencukupi.
Stok nasional yang dikelola oleh Perum Bulog diperkirakan mencapai ratusan ribu ton, sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan.
Untuk komoditas lainnya seperti telur ayam dan bawang merah, kondisi stok juga dinilai stabil.
Hal ini menunjukkan bahwa secara umum, pasokan pangan nasional berada dalam kondisi aman.
Namun, pemerintah juga menyoroti kondisi harga ayam ras di tingkat peternak yang saat ini masih berada di bawah HPP.
Oleh karena itu, pemerintah berharap harga dapat mengalami penyesuaian agar peternak tetap mendapatkan keuntungan yang layak.
Larangan Keras Jual di Atas HET
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran memberikan peringatan tegas kepada seluruh pelaku usaha agar tidak menjual komoditas pangan strategis di atas HET.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran tersebut.
Penegakan aturan akan melibatkan Satgas Pangan dan aparat penegak hukum lainnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat tidak dirugikan oleh praktik spekulasi.
Menurutnya, imbauan telah disampaikan sejak jauh hari, sehingga saat ini menjadi fase penegakan yang lebih tegas dan konsisten.
Keseimbangan HET dan HPP Jadi Kunci
Pemerintah menilai keseimbangan antara HET dan HPP sebagai faktor utama dalam menjaga stabilitas sektor pangan.
Dengan keseimbangan tersebut, seluruh pihak dalam rantai distribusi dapat merasakan manfaat secara adil.
Produsen tetap mendapatkan harga yang layak, pedagang memperoleh keuntungan yang wajar, sementara konsumen dapat membeli dengan harga terjangkau.
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pangan yang sehat dan berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi peningkatan permintaan selama Ramadhan.
Komitmen Tindak Tegas Pelanggaran
Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk menindak berbagai praktik ilegal di sektor pangan, seperti penimbunan, spekulasi harga, repacking ilegal, hingga penyelundupan.
Praktik-praktik tersebut dinilai tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berdampak luas terhadap stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, pengawasan akan diperketat dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum dan instansi terkait lainnya.
Optimisme Hadapi Ramadhan
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, pemerintah optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terjaga hingga Idul Fitri 2026.
Kondisi ini diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa, tanpa harus terbebani oleh lonjakan harga kebutuhan pokok.
Ke depan, keberhasilan menjaga stabilitas pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar sistem pangan nasional tetap kuat dan berkelanjutan.







