KKSSNews.com – Kabar duka datang dari lingkungan Polri dan dunia kesehatan Indonesia. Brigjen Pol dr Farid Amansyah, Sp.PD, FINASIM meninggal dunia pada Sabtu dini hari, 9 Mei 2026 pukul 02.30 WIB di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kepergian perwira tinggi Polri yang dikenal sebagai dokter spesialis penyakit dalam itu meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi keluarga besar kesehatan Bhayangkara, masyarakat Sulawesi Selatan, dan rekan-rekan sejawat yang mengenalnya sebagai sosok berdedikasi tinggi serta rendah hati.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman turut melayat ke rumah duka selepas shalat Subuh.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Brigjen Farid Amansyah.
Menurut Mentan Amran, almarhum merupakan salah satu putra terbaik bangsa di institusi Kepolisian Republik Indonesia, khususnya dalam bidang kesehatan dan pelayanan masyarakat.
“Almarhum adalah sosok yang baik, berdedikasi, dan sangat rajin menjalin silaturahmi. Beliau banyak memberikan kontribusi bagi pelayanan kesehatan, terutama di lingkungan Polri,” ungkap Mentan Amran saat melayat di rumah duka di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.
Tak hanya menyampaikan doa, Mentan Amran juga menitipkan pesan kepada istri dan anak-anak almarhum agar tidak sungkan menghubunginya apabila menghadapi kendala di kemudian hari.
Brigjen Pol dr Farid Amansyah dikenal luas sebagai dokter spesialis penyakit dalam yang telah lama mengabdi di institusi Polri.
Lahir di Makassar pada 9 Januari 1970, almarhum menempuh pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin sebelum melanjutkan berbagai jenjang pendidikan kepolisian dan akademik.
Pada tahun 2023, almarhum menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Hasanuddin Makassar.
Selain aktif di dunia medis, ia juga mengikuti berbagai pendidikan kepemimpinan Polri seperti Sespimmen, Selapa, hingga PKN Tingkat I.
Sebelum wafat, Brigjen Farid menjabat sebagai Sekretaris Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Sespusdokkes) Polri.
Jabatan tersebut diembannya sejak mutasi perwira tinggi Polri pada Maret 2025.
Sepanjang kariernya, Brigjen Farid pernah dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, di antaranya:
- Sespusdokkes Polri
- Direktur Pasca Rehabilitasi Deputi Rehabilitasi BNN
- Kabidyankes Pusdokkes Polri
- Karumkit Bhayangkara Polda Sulsel
- Karumkit Bhayangkara Polda Jabar
- Karumkit Bhayangkara Polda Sumut
- Kabiddokkes Polda Bengkulu
Nama Brigjen Farid semakin dikenal masyarakat Sulawesi Selatan ketika memimpin Rumah Sakit Bhayangkara Makassar pada masa pandemi COVID-19.
Saat itu, ia aktif menangani berbagai persoalan kesehatan dan menjadi salah satu figur penting dalam penguatan layanan kesehatan Bhayangkara di tengah lonjakan kasus pandemi.
Kepergian Brigjen Pol dr Farid Amansyah menjadi kehilangan besar bagi institusi Polri dan dunia kesehatan Indonesia.
Dedikasi, pengabdian, serta ketulusan almarhum dalam melayani masyarakat menjadi warisan berharga yang akan terus dikenang.
Semoga almarhum husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.







