KKSSNews.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama stabilitas suatu negara.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI 2026 di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026).
Menurut Amran, krisis pangan dapat memicu dampak yang lebih besar dibandingkan krisis ekonomi maupun krisis kesehatan.
“Kalau krisis ekonomi kita masih bisa bertahan. Krisis kesehatan seperti COVID-19 juga kita lalui. Tapi kalau krisis pangan, bisa memicu krisis politik dan konflik sosial,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan Indonesia dalam memperkuat sektor pangan telah memberikan dampak signifikan terhadap harga pangan dunia.
Salah satu faktor utamanya adalah berkurangnya impor beras Indonesia secara drastis.
“Dulu kita impor sekitar 7 juta ton beras setiap tahun. Sekarang menjadi nol. Dampaknya harga beras dunia turun hingga sekitar 44 persen,” jelasnya.
Menurut Amran, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa dalam memperkuat produksi pangan nasional.
Ia juga mengungkapkan bahwa capaian Indonesia di sektor pangan mendapat pengakuan internasional.
Indonesia bahkan menerima penghargaan tertinggi dunia dari Food and Agriculture Organization selama dua tahun berturut-turut pada 2024 dan 2025 atas kontribusi dalam memperkuat sistem pangan global.
“Alhamdulillah kita mendapat penghargaan dari FAO dua tahun berturut-turut atas kontribusi dalam ketahanan pangan dunia,” kata Amran.
Keberhasilan tersebut juga menarik perhatian berbagai negara untuk belajar langsung dari Indonesia.
Sejumlah negara seperti Jepang, Kanada, Chile, hingga Belarus bahkan datang untuk mempelajari sistem pertanian Indonesia.
“Negara-negara yang teknologinya maju datang belajar ke Indonesia karena ada bukti yang kita tunjukkan,” ungkapnya.
Amran menegaskan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan program swasembada pangan, hilirisasi, serta kemandirian energi sebagai bagian dari strategi besar pembangunan nasional.
“Tidak semua pihak senang ketika Indonesia menjadi mandiri. Tapi kita akan terus melanjutkan perjuangan ini demi masa depan bangsa,” tegasnya.







