Home / News / Menantang Badai Geopolitik: Strategi Mentan Amran Bawa Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

Menantang Badai Geopolitik: Strategi Mentan Amran Bawa Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman

KKSSNews.com – Dunia kembali dibayangi awan mendung krisis pangan global.

Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dinilai menjadi pemicu utama kerawanan pangan baru bagi jutaan orang di seluruh penjuru bumi.

Namun, di tengah ketidakpastian ini, Indonesia justru mengambil langkah progresif untuk mengukuhkan diri sebagai benteng pangan sekaligus lumbung pangan dunia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kemandirian pangan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mutlak bagi kedaulatan sebuah bangsa.

Krisis Global dan Kerentanan Impor

Eskalasi di Timur Tengah diprediksi akan memperburuk stabilitas pangan bagi sekitar 45 juta orang tambahan di seluruh dunia, melengkapi angka 318 juta orang yang sudah berada dalam kondisi rawan pangan.

Lonjakan harga energi dan gangguan jalur pelayaran internasional menjadi faktor dominan yang mencekik rantai pasok global.

“Kalau terjadi krisis global, yang paling aman adalah negara yang bisa memproduksi pangannya sendiri. Setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain,” tegas Mentan Amran dalam keterangan resminya.

Belajar dari krisis Rusia–Ukraina pada 2022, Indonesia kini bergerak lebih cepat guna memastikan bahwa inflasi pangan akibat biaya logistik global tidak merusak stabilitas ekonomi domestik.

Strategi “Dua Jalur”: Intensifikasi dan Ekstensifikasi

Untuk mencapai target swasembada berkelanjutan, Kementerian Pertanian (Kementan) menerapkan strategi ganda yang masif:

  1. Intensifikasi Pertanian: Meningkatkan produktivitas lahan yang sudah ada melalui penggunaan benih unggul, mekanisasi alsintan, dan program pompanisasi besar-besaran untuk menjamin indeks pertanaman tetap tinggi meski cuaca tidak menentu.

  2. Ekstensifikasi Pertanian: Membuka lahan baru melalui program cetak sawah serta optimalisasi lahan rawa. Strategi ini menjadi kunci cadangan produksi nasional di masa depan.

“Mandiri mutlak, swasembada mutlak. Kita tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan yang ada, tetapi juga membuka lahan baru. Produksi harus naik secara signifikan,” ujar Amran optimis.

Transformasi Menuju Pertanian Modern

Salah satu pilar utama yang didorong Mentan Amran adalah transformasi dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern.

Langkah ini melibatkan dua aspek krusial: Deregulasi dan Teknologi.

Deregulasi dilakukan untuk memangkas aturan yang menghambat gerak petani dan investasi di sektor pangan.

Sementara itu, modernisasi dilakukan dengan penggunaan teknologi digital dan mekanisasi untuk meningkatkan efisiensi biaya serta daya saing produk lokal.

“Langkah kami ada dua untuk mencapai swasembada berkelanjutan, yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern,” jelasnya.

Peluang di Tengah Ketidakpastian

Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang tidak dimiliki banyak negara lain: lahan yang luas, sumber daya air yang melimpah, iklim tropis yang mendukung sepanjang tahun, serta sumber daya manusia yang besar.

Keunggulan inilah yang ingin dikonversi pemerintah menjadi kekuatan ekonomi global.

Dengan fondasi produksi yang semakin kuat, Indonesia kini memiliki peluang untuk tidak hanya mencukupi kebutuhan 280 juta rakyatnya, tetapi juga mulai memasok kebutuhan pangan global yang kian menipis.

“Kita harus optimistis. Jika semua sumber daya dimaksimalkan, swasembada bukan mimpi, dan lumbung pangan dunia juga bukan hal yang mustahil,” pungkas Mentan Amran.

Di saat negara-negara lain mulai membatasi ekspor karena takut akan kelaparan, Indonesia justru bersiap menjadi penyokong utama stabilitas pangan kawasan. Strategi ini bukan hanya tentang urusan perut, melainkan tentang posisi tawar Indonesia di panggung geopolitik dunia.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *