Home / Opini / Fenomena Subuh Berkah di Bone: Jamaah Membludak Bak Salat Jumat Saat Mentan Amran Pulang Kampung

Fenomena Subuh Berkah di Bone: Jamaah Membludak Bak Salat Jumat Saat Mentan Amran Pulang Kampung

Subuh di Bone Membludak, Kehadiran Mentan Amran Sulaiman Tarik Ribuan Jamaah

KKSSNews.com, Bone — Suasana fajar di tanah kelahiran Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mendadak riuh tak seperti biasanya pada Rabu (18/3/2026). Masjid yang biasanya hanya diisi oleh beberapa saf jamaah, tiba-tiba dipadati warga hingga meluber, menciptakan pemandangan yang menyerupai suasana salat Jumat.

Fenomena ini menjadi buah bibir masyarakat setempat. Sejak dini hari, bukan hanya kaum pria yang berbondong-bondong menuju masjid, namun kaum perempuan pun tampak memadati area jamaah wanita dengan antusiasme tinggi.

Bupati Bone Terkejut: “Subuh Kemarin Tidak Seramai Ini”

Lonjakan jumlah jamaah yang drastis ini turut disaksikan langsung oleh Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman.

Saat turut melaksanakan salat Subuh berjamaah, ia mengaku terkesan sekaligus terkejut melihat antusiasme warga yang begitu besar untuk memenuhi rumah ibadah di waktu fajar.

“Subuh kemarin tidak seramai ini,” ujar Andi Asman di sela-sela kegiatan, menggambarkan betapa kontrasnya jumlah kehadiran warga dibandingkan hari-hari biasanya.

Kehadiran sosok tokoh nasional seperti Andi Amran Sulaiman di kampung halaman memang selalu menjadi magnet bagi warga.

Namun, ada momen menarik sekaligus menggelitik saat imam masjid diminta untuk menunjukkan siapa saja jamaah yang memang rutin hadir setiap hari.

Suasana yang awalnya formal berubah menjadi lebih santai dan penuh tawa ketika fakta terungkap: dari sekian banyak warga yang memadati masjid, hanya segelintir orang yang dikenal sebagai jamaah tetap atau “ahli masjid” untuk waktu Subuh.

Para jamaah yang hadir pun hanya bisa tersenyum simpul menyadari momen langka tersebut.

Tradisi “Subuh Berkah” dan Kepedulian Sosial

Daya tarik utama yang membuat warga rela bangun lebih awal adalah tradisi bertajuk “Subuh Berkah”. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang sering digelar keluarga besar Andi Amran Sulaiman saat berada di Bone sebagai bentuk syukur dan apresiasi kepada masyarakat.

Dalam kegiatan ini, setiap jamaah yang hadir biasanya mendapatkan bingkisan sebagai bentuk tali kasih.

Tak hanya itu, “Subuh Berkah” kali ini juga diwarnai dengan pemberian bantuan khusus kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, di antaranya:

  • Anak-anak penghafal Al-Qur’an (Hafiz): Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan religi sejak dini.

  • Para Janda dan Kaum Dhuafa: Sebagai upaya membantu meringankan beban ekonomi warga setempat.

Harapan Membangun Kebiasaan Positif

Meski tidak dipungkiri bahwa kehadiran tokoh nasional dan adanya bantuan menjadi pemicu utama keramaian, pemerintah daerah dan para tokoh agama berharap momentum ini menjadi langkah awal yang baik.

Kehadiran sosok seperti Mentan Amran diharapkan bukan sekadar memberikan bantuan fisik, melainkan menjadi pemicu (trigger) untuk memperkuat nilai-nilai religius dan semangat kebersamaan di lingkungan masyarakat Bone.

“Harapannya, semangat beribadah ini tidak hanya muncul saat ada kegiatan khusus saja. Semoga ini menjadi kebiasaan positif bagi warga untuk terus memakmurkan masjid secara rutin,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.

Melalui kegiatan “Subuh Berkah”, terpancar pesan bahwa kepedulian sosial yang dibalut dengan nilai ibadah mampu menciptakan kehangatan di tengah masyarakat, sekaligus mempererat silaturahmi antara pemimpin dan rakyatnya di tanah kelahiran.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *