KKSSNews.com, Jakarta — Kepemimpinan tegas Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dinilai menjadi faktor kunci dalam percepatan capaian swasembada dan penguatan sektor pertanian nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Guru Besar Kebijakan Publik Universitas Nasional (UNAS), Prof. Dr. Muh. Nur Sadik, yang menilai berbagai kebijakan strategis di bawah kepemimpinan Mentan Amran telah membawa perubahan signifikan dalam waktu relatif singkat.
Prof. Nur Sadik yang juga menjabat Ketua Program Studi Doktor Administrasi Publik UNAS menyebut, ketegasan dan konsistensi kebijakan menjadi pembeda utama dalam transformasi sektor pertanian Indonesia saat ini.
Perubahan Cepat dalam Sektor Pertanian
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Mentan Amran, sektor pertanian Indonesia mengalami perubahan yang sangat cepat, terutama dalam penguatan produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan impor.
“Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman adalah pemimpin yang mampu mengubah wajah pertanian Indonesia dalam waktu tersingkat sepanjang sejarah,” ujar Prof. Nur Sadik, Rabu (18/02/2026).
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari ketegasan dalam pengambilan keputusan serta konsistensi dalam implementasi kebijakan di lapangan.
“Dengan ketegasannya, komoditas pertanian yang sebelumnya banyak diimpor kini berbalik arah menjadi komoditas ekspor. Ini adalah kebijakan fundamental di bawah komando Presiden Prabowo Subianto,” lanjutnya.
Reformasi Struktural di Sektor Pangan
Lebih lanjut, Prof. Nur Sadik menilai bahwa Kementerian Pertanian telah melakukan reformasi struktural yang signifikan, mulai dari penguatan produksi dalam negeri, pengendalian impor, hingga optimalisasi hilirisasi dan distribusi pangan nasional.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani serta memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas global.
“Perubahan arah dari ketergantungan impor menuju ekspor adalah transformasi fundamental dalam tata kelola pertanian nasional,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat tercapainya swasembada pangan nasional.
Role Model bagi Generasi Muda
Selain menyoroti aspek kebijakan, Prof. Nur Sadik juga menilai sosok Mentan Amran kini menjadi inspirasi bagi generasi muda, termasuk mahasiswa dan kalangan milenial.
Ia menyebut gaya kepemimpinan yang tegas, cepat dalam mengambil keputusan, serta fokus pada hasil konkret menjadikan Mentan Amran sebagai figur yang banyak dijadikan panutan.
“Anak muda dan mahasiswa banyak yang menjadikan Mentan Amran sebagai role model pemimpin masa depan,” ungkapnya.
Menurutnya, kemampuan dalam melakukan deregulasi kebijakan di sektor pertanian juga menjadi salah satu faktor yang mendorong percepatan kinerja sektor tersebut secara nasional.
Dorongan untuk Konsistensi Kebijakan
Prof. Nur Sadik juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi kebijakan agar capaian yang telah diraih dapat terus berlanjut dan memberikan dampak jangka panjang.
Ia berharap Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Mentan Amran tetap fokus pada strategi penguatan ketahanan pangan nasional, peningkatan nilai tambah produk pertanian, serta perluasan daya saing komoditas Indonesia di pasar internasional.
“Ke depan, saya berharap Kementerian Pertanian terus berkomitmen menjalankan kebijakan strategis untuk memastikan ketersediaan pangan, meningkatkan nilai tambah produk pertanian, serta memperkuat daya saing Indonesia di pasar global,” pungkasnya.







