KKSSNews.com, Jakarta – Kepedulian terhadap pelestarian tradisi Bugis-Makassar melalui layar lebar terus ditunjukkan oleh organisasi kemasyarakatan asal Sulawesi Selatan.
Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) bekerja sama dengan IKA Unhas dan Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) secara resmi menggelar acara nonton bareng (nobar) film terbaru, “Uang Passolo”.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di dua kota besar, yakni Jakarta dan Makassar, sebagai bentuk apresiasi terhadap karya sineas nasional yang mengangkat realitas sosial dan budaya lokal Sulsel.
Jadwal dan Lokasi Nobar: Makassar & Jakarta
Bagi warga perantauan maupun masyarakat di kampung halaman yang ingin bergabung, berikut adalah detail pelaksanaannya:
1. Nobar Makassar
-
Waktu: Senin, 9 Februari 2026 | Pukul 16:35 WITA
-
Lokasi: XXI Panakkukang, Makassar
-
Kuota: Terbatas untuk 150 orang (Lintas Etnis, KKSS, dan IKA Unhas)
-
Pendaftaran: Hubungi Poppy Rusdi (WA: 0899 1611 111)
2. Nobar Jakarta
-
Waktu: Minggu, 8 Februari 2026 | Pukul 16:35 WIB
-
Lokasi: Epicentrum XXI, Jakarta Selatan
-
Kuota: 300 orang (Unsur IWSS, KKSS, dan IKA Unhas)
-
Pendaftaran: Melalui koordinator masing-masing (Ibu Eptati untuk IWSS, Andi Inamul untuk KKSS, dan Rian Saputra Alam untuk IKA Unhas)
Andi Amran Sulaiman: “Ayo Dukung Karya yang Mengangkat Tradisi”
Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, mengajak seluruh pencinta film nasional dan warga KKSS di seluruh pelosok negeri untuk meramaikan bioskop.
Menurutnya, menonton film ini adalah langkah nyata mendukung identitas budaya Bugis-Makassar di panggung nasional.
“Ayo kita tonton film Uang Passolo di bioskop terdekat. Ajak keluarga dan teman-teman sebagai bentuk dukungan terhadap film yang mengangkat tradisi lokal kita. Ini adalah kisah tentang keseharian kita,” ujar Andi Amran usai menerima kunjungan produser film di kediamannya, Jakarta.
Senada dengan itu, Salahuddin Alam, Direktur Eksekutif IKA Unhas, menyebut film ini sangat layak tonton karena memberikan pesan mendalam tentang fenomena “amplop kondangan” atau passolo yang sering menjadi dilema dalam pesta pernikahan di Sulsel.
Sinopsis Film: Antara Cinta, Gengsi, dan Uang Passolo
Film yang mengambil lokasi syuting di Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep ini menceritakan perjuangan Biba (seorang guru) dan Rizky (seorang videografer) yang ingin menikah secara sederhana.
Namun, mimpi mereka terbentur tembok besar bernama “Gengsi Sosial”.
Keluarga Biba bersikeras mengadakan pesta mewah demi status sosial dan harapan mendapatkan uang passolo yang melimpah.
Konflik memuncak saat mereka menyadari bahwa tanah keluarga harus digadaikan demi biaya resepsi yang selangit, termasuk biaya katering mahal hingga hiburan elekton dua malam.
Di tengah kekacauan tersebut, penonton akan diajak tertawa sekaligus terharu melihat bagaimana Biba dan Rizky mencoba tetap teguh pada cinta mereka di tengah ekspektasi keluarga yang luar biasa besar.
Fakta Menarik & Daftar Pemain
Film ini digarap oleh sutradara Andi Burhamzah dengan jajaran pemain yang sudah akrab di telinga masyarakat Sulsel:
-
Masita Aspah sebagai Biba
-
Imran Ismail sebagai Rizky
-
Jade Thamrin sebagai Puang Ngugi
-
Adhy Basto sebagai Puang Lallo
Kabar Gembira untuk Pengurus Daerah: Bagi BPW atau BPD KKSS di daerah lain yang ingin menyelenggarakan nobar secara mandiri, DPP KKSS siap memfasilitasi.
“Silakan siapkan studionya (XXI, CGV, dll), laporkan ke kami, dan kami bersama produser akan menyiapkan pengiriman filmnya,” jelas Salahuddin Alam.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan cerminan budaya kita di layar lebar.
Segera daftar sebelum kuota terpenuhi!







