KKSSNews.com, Jakarta– Gebrakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali menuai decak kagum. Dalam waktu yang tergolong singkat, Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil mewujudkan swasembada pangan nasional, jauh lebih cepat dari target ambisius yang ditetapkan Presiden RI.
Keberhasilan ini menjadi kado manis bagi ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadi jaminan keamanan stok pangan menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah yang jatuh pada Maret 2026 mendatang.
Apresiasi Komisi IV DPR: “Target 3 Tahun, Tuntas dalam 1 Tahun”
Prestasi gemilang ini mendapat sorotan positif dalam Rapat Kerja terkait Kesiapan Harga dan Stok Pangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026). A
nggota Komisi IV DPR RI, I Ketut Suwendra, memuji efektivitas kerja tim di bawah kepemimpinan Amran Sulaiman.
“Target swasembada pangan yang awalnya dipasang Presiden empat tahun, kemudian dipercepat menjadi tiga tahun, akhirnya bisa dicapai hanya dalam satu tahun. Ini adalah hasil kerja keras luar biasa dari Pak Menteri dan jajarannya,” tegas Ketut Suwendra.
Senada dengan itu, Firman Subagyo dari Fraksi Partai Golkar menilai capaian ini sebagai bukti kepemimpinan yang kuat dan terukur.
Sementara itu, Ajbar dari Fraksi PAN menggarisbawahi keberhasilan Indonesia melewati masa kritis tahun 2025 tanpa impor beras sama sekali.
Surplus Beras Melimpah: Stok Aman Jelang Lebaran 2026
Di hadapan para anggota dewan, Mentan Amran memaparkan data melegakan terkait ketersediaan pangan strategis.
Berdasarkan neraca pangan nasional, stok beras Indonesia berada pada posisi yang sangat kuat untuk menghadapi lonjakan permintaan saat hari raya.
| Detail Neraca Beras | Jumlah (Juta Ton) |
| Stok Awal Periode Ramadan | 11,61 |
| Proyeksi Produksi Baru | 7,98 |
| Estimasi Kebutuhan Nasional | 5,12 |
| Total Surplus Beras | 14,48 |
Dengan cadangan beras pemerintah (CBP) per Januari 2026 yang masih terjaga di angka 3,34 juta ton, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir akan kelangkaan atau lonjakan harga yang ekstrem.
Strategi Amran Sulaiman: Antisipasi dari Hulu ke Hilir
Mentan Amran menegaskan bahwa swasembada ini bukan sekadar angka, melainkan hasil dari strategi manajemen pangan yang ketat.
Beberapa langkah kunci yang dilakukan Kementan meliputi:
-
Pengamanan Produksi: Mitigasi dampak musim hujan agar panen raya berjalan optimal.
-
Distribusi Masif: Menggerakkan pasokan dari wilayah surplus ke wilayah defisit secara cepat.
-
Monitoring Real-Time: Penggunaan early warning system untuk memantau fluktuasi harga harian.
-
Operasi Pasar & Satgas Pangan: Koordinasi intensif dengan BUMN dan Polri untuk menindak spekulan yang mencoba memainkan harga.
Optimisme Menuju Ramadan 1447 H
Sesuai kalender nasional, puasa Ramadan diperkirakan dimulai pada 18 Februari 2026.
Mentan Amran memastikan bahwa komoditas utama lainnya seperti jagung, bawang merah, cabai, daging ayam, hingga telur juga dalam kondisi aman karena dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri.
“Kondisi produksi dan stok pangan strategis kita berada dalam zona aman. Kami optimis stabilitas harga tetap terjaga sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa terbebani harga pangan,” pungkas pria asal Sulawesi Selatan tersebut.
Keberhasilan swasembada dalam waktu satu tahun ini menjadi tonggak sejarah baru bagi kemandirian pangan Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa kebijakan tanpa impor yang dicanangkan pemerintah mampu dijawab dengan produktivitas petani lokal yang mumpuni.







