Home / News / Mentan Amran Temui Warga KKSS di Kepri, Tegaskan Dukungan Swasembada dan Tolak Beras Selundupan

Mentan Amran Temui Warga KKSS di Kepri, Tegaskan Dukungan Swasembada dan Tolak Beras Selundupan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bertemu dengan pengurus BPD KKSS Karimun, Senin (19/1/2026).

KKSSNews.com, Kepulauan Riau — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau dengan agenda yang cukup padat.

Di sela kegiatannya, ia menyempatkan diri bersilaturahmi dengan pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di dua wilayah, yakni Kabupaten Karimun dan Kota Batam.

Kunjungan tersebut berlangsung bersamaan dengan agenda peninjauan gudang penyimpanan beras sitaan yang diduga merupakan hasil penyelundupan di Tanjung Balai Karimun.

Sebanyak 1.000 ton beras diamankan dalam kasus tersebut, yang menjadi perhatian serius pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Selain menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman juga merupakan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) KKSS.

Hal ini membuatnya memiliki kedekatan khusus dengan warga Sulawesi Selatan di berbagai daerah perantauan.

Dalam setiap kunjungan kerja ke daerah, ia kerap menyempatkan diri bertemu dengan komunitas KKSS setempat.

Komitmen KKSS Dukung Ketahanan Pangan

Dalam pertemuan dengan pengurus BPW KKSS Kepulauan Riau di Batam, Amran menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.

Ia mengajak seluruh elemen, termasuk warga KKSS di perantauan, untuk turut mendukung program swasembada pangan yang tengah digenjot pemerintah.

Pengurus KKSS Kepri menyatakan komitmennya untuk mendukung kebijakan tersebut.

Mereka juga secara tegas menolak peredaran beras selundupan yang dinilai dapat merusak stabilitas harga dan merugikan petani lokal.

Selain itu, organisasi ini menegaskan bahwa tidak ada anggotanya yang terlibat dalam praktik ilegal di sektor pangan.

Pernyataan ini menjadi bentuk dukungan moral sekaligus upaya menjaga nama baik komunitas di tengah isu penyelundupan beras.

Batam dan Jejak Komunitas Bugis-Makassar

Kota Batam menjadi salah satu pusat aktivitas warga Sulawesi Selatan di wilayah Kepulauan Riau.

Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari satu juta jiwa, kota ini menjadi magnet bagi para perantau dari berbagai daerah, termasuk Bugis dan Makassar.

Beberapa kawasan di Batam bahkan dikenal memiliki populasi warga Bugis-Makassar yang cukup dominan, seperti Nongsa, Belakang Padang, dan Tanjung Sengkuang.

Kehadiran komunitas ini turut memperkuat jaringan sosial dan ekonomi warga perantauan di daerah tersebut.

Bagi KKSS, keberadaan komunitas yang solid di Batam menjadi potensi besar dalam mendukung berbagai program organisasi, termasuk yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

Dukungan Serupa dari KKSS Karimun

Selain di Batam, Andi Amran Sulaiman juga bertemu dengan pengurus BPD KKSS Karimun.

Dalam pertemuan tersebut, para pengurus menyampaikan komitmen yang sama, yakni mendukung program swasembada pangan dan menolak peredaran beras selundupan di wilayah mereka.

Kabupaten Karimun sendiri merupakan daerah kepulauan yang terdiri dari ratusan pulau, dengan sebagian di antaranya berbatasan langsung dengan perairan internasional seperti Singapura dan Malaysia.

Kondisi geografis ini menjadikan Karimun sebagai salah satu wilayah yang rawan terhadap aktivitas penyelundupan.

Dengan latar belakang tersebut, peran masyarakat lokal, termasuk komunitas KKSS, dinilai penting dalam mendukung pengawasan dan menjaga stabilitas distribusi pangan.

Tantangan Pengawasan di Wilayah Perbatasan

Kasus penyitaan 1.000 ton beras di Karimun menjadi gambaran nyata bahwa pengawasan distribusi pangan di wilayah perbatasan masih menghadapi tantangan besar.

Jalur laut yang terbuka serta kedekatan dengan negara tetangga membuat wilayah ini rentan dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.

Pemerintah sendiri terus memperkuat pengawasan serta memperbaiki sistem distribusi agar praktik penyelundupan dapat diminimalisir.

Dalam konteks ini, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Peran Strategis Komunitas Perantau

Silaturahmi yang dilakukan oleh Mentan Amran tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki makna strategis dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan komunitas perantau.

Melalui pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih aktif berperan dalam mendukung program nasional.

Komunitas seperti KKSS memiliki jaringan yang luas dan solid, sehingga berpotensi menjadi mitra strategis dalam berbagai program pembangunan, termasuk di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Dengan dukungan yang terus diperkuat, diharapkan program swasembada pangan tidak hanya menjadi target pemerintah semata, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, baik di dalam negeri maupun di perantauan.

Kehadiran Andi Amran Sulaiman di tengah warga KKSS Kepri menjadi simbol penting bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan pangan ke depan.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *